Jum’at | 23 Januari | Pukul | 06:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Davos | Swiss | Manca Negara | Berita Terkini — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan posisi strategis Indonesia dalam percaturan geopolitik global dengan menghadiri peluncuran Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.
Dalam forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin dunia, kepala pemerintahan, serta tokoh-tokoh ekonomi dan diplomasi internasional tersebut, Presiden Prabowo turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap upaya kolektif menghentikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, khususnya di wilayah Jalur Gaza.
Berdasarkan tayangan resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube Gedung Putih, Presiden Prabowo tampak mengenakan kopiah hitam dan setelan jas abu-abu, duduk di barisan depan bersama sejumlah pemimpin negara dan kepala pemerintahan yang menjadi inisiator dan penandatangan piagam.
Kehadiran Prabowo di posisi tersebut dinilai sebagai simbol pengakuan terhadap peran Indonesia sebagai salah satu kekuatan moral dan diplomatik di antara negara-negara Global South dan dunia Islam.
Penandatanganan Bersama Para Pemimpin Dunia
Prosesi penandatanganan piagam dilakukan secara bergiliran oleh para kepala negara dan pemerintahan. Presiden Prabowo dipanggil bersamaan dengan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, dalam satu sesi penandatanganan yang menjadi sorotan media internasional.
Dalam sambutannya, Presiden Donald Trump menekankan bahwa kehadiran para pemimpin dunia pada forum tersebut mencerminkan kehendak kolektif global untuk mengakhiri perang di Gaza secara berkelanjutan dan bermartabat.
“Mereka menjadi teman saya, mereka berada di sini, dan tentu saja perang di Gaza yang benar-benar akan berakhir. Kita memiliki beberapa api kecil yang akan kita matikan.
Tadinya itu merupakan api yang besar, tapi sekarang mereka kecil, jadi kita bisa matikan dengan mudah,” ujar Trump di hadapan para delegasi.
Trump juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 59 negara yang terlibat dalam inisiatif perdamaian Timur Tengah, meskipun tidak seluruhnya berasal dari kawasan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan lintas kawasan menunjukkan bahwa konflik Gaza tidak lagi dipandang sebagai isu regional semata, melainkan sebagai tantangan kemanusiaan global.
Sikap Resmi Indonesia: Dorong Solusi Dua Negara
Sementara itu, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Sekretariat Presiden Republik Indonesia, keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza didasarkan pada komitmen konstitusional dan historis bangsa Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Indonesia, menurut pernyataan tersebut, akan memanfaatkan keanggotaannya dalam dewan ini untuk memastikan bahwa proses transisi pascakonflik di Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-state solution) sebagai kerangka utama penyelesaian konflik Israel-Palestina.
Lebih lanjut, pemerintah Indonesia juga menegaskan akan secara konsisten menyuarakan sejumlah prinsip utama, di antaranya:
Penghentian segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil,
Perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak,
Pembukaan akses kemanusiaan tanpa hambatan, serta
Pemulihan tata kelola sipil Palestina yang sah dan legitimate sesuai hukum internasional.
Diplomasi Prabowo di Panggung Global
Partisipasi Presiden Prabowo dalam forum WEF Davos dan Dewan Perdamaian Gaza dipandang sebagai bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia di bawah kepemimpinannya, yang berupaya memadukan kepentingan nasional dengan peran global sebagai jembatan dialog antara negara maju dan berkembang, serta antara dunia Barat dan dunia Islam.
Pengamat hubungan internasional menilai langkah ini memperkuat citra Indonesia sebagai “honest broker” dalam konflik global, terutama dalam isu-isu kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan multilateral dan non-konfrontatif.
Kehadiran Prabowo di Davos juga dinilai menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya hadir dalam diskursus ekonomi global, tetapi juga memainkan peran signifikan dalam arsitektur perdamaian internasional, sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk turut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Harapan terhadap Dewan Perdamaian Gaza
Dewan Perdamaian Gaza yang diluncurkan di Davos diharapkan menjadi platform diplomasi dan koordinasi internasional dalam mengawal proses gencatan senjata, rekonstruksi wilayah terdampak, serta pembangunan institusi sipil Palestina pascakonflik.
Meski demikian, sejumlah kalangan menekankan bahwa keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada komitmen politik nyata dari negara-negara kunci dan kesediaan semua pihak yang bertikai untuk menempatkan kepentingan kemanusiaan di atas kepentingan strategis sempit.
Bagi Indonesia, keterlibatan dalam dewan ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas terhadap rakyat Palestina, tetapi juga cerminan dari peran aktif diplomasi nasional dalam membentuk tatanan dunia yang lebih adil, damai, dan berkeadaban.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)









