Senin | 26 Januari 2026 | Pukul | 18:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Nasional | Berita Terkini — Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang berlangsung terbuka, objektif, dan berlandaskan prinsip profesionalitas kelembagaan.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Komisi XI DPR, M. Misbakhun, dalam rapat internal yang dihadiri pimpinan komisi serta delapan kelompok fraksi (poksi) pada Selasa.
Penetapan ini sekaligus menandai babak baru dalam kepemimpinan strategis Bank Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas moneter, memperkuat sistem keuangan nasional, serta mengawal arah kebijakan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang semakin kompleks dan dinamis.
“Komisi XI DPR mengadakan rapat internal yang diawali dengan rapat pimpinan komisi sebelas bersama delapan poksi yang hadir.
Telah dilakukan kesepakatan bersama bahwa Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” tegas Misbakhun dalam pernyataan resminya.
Proses Seleksi Transparan dan Kompetitif
Uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi XI DPR berlangsung dalam suasana terbuka dan kompetitif, menghadirkan tiga figur dengan rekam jejak kuat di bidang kebijakan ekonomi dan moneter.
Selain Thomas Djiwandono, dua kandidat lainnya adalah Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro.
Ketiganya diuji secara komprehensif, mencakup pemahaman terhadap stabilitas sistem keuangan, arah kebijakan moneter nasional, transformasi digital sistem pembayaran, hingga strategi menghadapi volatilitas ekonomi global.
Setiap kandidat memaparkan visi, misi, serta gagasan strategis dalam memperkuat peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang kredibel, independen, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam forum tersebut, Komisi XI DPR menilai Thomas Djiwandono memiliki kapasitas konseptual dan teknokratis yang dinilai mampu menjawab tantangan kebijakan ekonomi nasional ke depan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Menjawab Tantangan Ekonomi Global
Penetapan Thomas Djiwandono berlangsung di tengah lanskap ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Ketegangan geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika kebijakan moneter negara-negara maju menjadi variabel eksternal yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi domestik.
Dalam konteks tersebut, peran Deputi Gubernur BI tidak hanya bersifat administratif, melainkan strategis.
Ia diharapkan menjadi motor penggerak dalam perumusan kebijakan moneter yang responsif, antisipatif, dan berpihak pada kepentingan nasional, sekaligus menjaga kredibilitas Bank Indonesia di mata pelaku pasar dan komunitas internasional.
Komisi XI DPR menekankan bahwa pemilihan Thomas Djiwandono didasarkan pada pertimbangan integritas, kompetensi, serta komitmen terhadap prinsip independensi bank sentral.
Hal ini sejalan dengan mandat konstitusional Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang berfungsi menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem keuangan secara menyeluruh.
Harapan DPR dan Publik
Dengan terpilihnya Thomas Djiwandono, DPR berharap sinergi antara otoritas moneter dan lembaga legislatif dapat semakin diperkuat dalam mengawal kebijakan ekonomi nasional.
Komisi XI menegaskan pentingnya komunikasi yang konstruktif antara Bank Indonesia dan DPR, khususnya dalam hal pengawasan kebijakan moneter, pengelolaan sistem pembayaran, serta penguatan sektor keuangan nasional.
Di sisi lain, publik menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru di jajaran Bank Indonesia mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya stabil secara makro, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli, akses pembiayaan, dan inklusi keuangan.
Peneguhan Etika dan Profesionalitas
Proses penetapan Deputi Gubernur BI ini menjadi cerminan komitmen DPR terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam pengisian jabatan strategis negara.
Komisi XI menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif, bebas dari kepentingan sempit, serta berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Dengan resmi terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Indonesia diharapkan semakin mantap melangkah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional, menjaga stabilitas moneter, dan menghadapi tantangan global dengan kebijakan yang terukur, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)
