Kota Bekasi, MPN
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menggelar sosialisasi tentang penanganan bencana, Rabu (28/1). Sosialisasi yang menggunakan metode Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) menyasar kalangan masyarakat Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu.
Kegiatan ini diisi dengan pemaparan tentang pencegahan dan penanganan bencana yang disampaikan sejumlah narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara para peserta sosialisasi terdiri dari kalangan pengurus RT dan RW, Karang Taruna, Satuan Linmas, dan pengurus Ormas setempat.
Setiap pemaparan yang disampaikan narasunber mendapat perhatian seksama dari seluruh peserta. Bahkan para peeerta juga diberikan kesempatan untuk berdialog secara interaktif dengan para narasumber terkait kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam proses penanganan bencana.
Usai kegiatan, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logostik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atau edukasi kepada masyarakat dalam memberikan informasi dan melakukam pendataan terkait adanya bencana di lingkungan masyarakat.
“Masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara memberikam informasi dan siapa saja yang dihubungi saat terjadi bencana. Begitu juga dalam memberikan data laporan, dan upaya apa saja yang bisa dilakukam untuk mencegah terjadinya bencana,, terutama bencana banjir yang rawan melanda Kota Bekasi,” ungkap Idham Kholid.
Idham menyebut sosialisasi ini menyasar delapan wilayah kelurahan yang ada di Kota Bekasi. “Kaki berikan sosialisasi secara bergilir ke delapan wilayah kelurahan yang memang rawan bencana banjir,” ulas dia.
Sementara itu, Lurah Bojongmenteng Kodriana menilai penting adanya sosialisasi ini. “Penting sekali masyarakat mendapatkan edukasi tau sosialisasi ini, agar masyarakat memiliki persiapan apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.
Karenanya Kodriana berharap para peserta sosialisasi bisa menyerap pengetahuan yang diberikan para narasumber. “Setelah sosialisasi ini, masyarakat bisa langsung mengimplementasikan dan meneruskan wawasan yang sudah mereka terima kepada para tetangganya, terutama kepada pihak keluarga sehingga ilmu yang mereka dapatkan juga bermanfaat untuk orang lain,” pungkasnya. (Mul)

