UHAMKA Kukuhkan Prof. Dr. Ir. Sintha Wahjusaputri, M.M. sebagai Guru Besar Bidang Manajemen: Mengukuhkan Komitmen pada Ketahanan Pendidikan Vokasi di Era Disrupsi
Jakarta, MediaPatriot.co.id – 29 Januari 2026 — Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) kembali menorehkan capaian monumental dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Sintha Wahjusaputri, M.M. sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen. Pengukuhan ini diselenggarakan dalam sidang senat terbuka yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah, para rektor, guru besar, civitas akademika, mitra industri, serta keluarga besar beliau.
Pengangkatan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi panjang Prof. Sintha dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sebagai akademisi yang konsisten menekuni kajian manajemen pendidikan serta penguatan pendidikan vokasi, kontribusi beliau telah memberikan dampak signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Dalam acara tersebut, Prof. Sintha menyampaikan orasi ilmiah berjudul:
“Ketahanan Pendidikan Vokasi di Era Disrupsi Industri 4.0: Merespon Turbulensi melalui Adaptasi dan Inovasi.”
Orasi ilmiah tersebut menggambarkan rangkaian panjang perjalanan risetnya yang berfokus pada penguatan pendidikan vokasi agar tetap relevan, responsif, dan berdaya saing di tengah dinamika revolusi industri 4.0.
Orasi Ilmiah Prof. Dr. Ir. Sintha Wahjusaputri, M.M.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pada awal orasinya, Prof. Sintha menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW atas terselenggaranya acara pengukuhan ini. Beliau memberikan penghormatan kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah, jajaran BPH UHAMKA, LLDIKTI Wilayah 3, para rektor, senat universitas, guru besar, dosen, tamu undangan, serta seluruh pihak yang hadir.
Beliau menegaskan bahwa gelar Guru Besar ini merupakan amanah besar untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban ilmu.
Pendidikan Vokasi di Era Industri 4.0
Dalam orasinya, Prof. Sintha memaparkan bahwa revolusi industri 4.0 telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan hidup. Otomatisasi, kecerdasan artifisial, internet of things, serta sistem digital menuntut dunia pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, untuk menyesuaikan diri.
“Pendidikan vokasi berada pada posisi strategis sekaligus rentan. Strategis karena menyiapkan SDM siap kerja, namun rentan bila tidak mampu beradaptasi.”
Riset beliau sepanjang 2018–2024 berfokus pada:
- model teaching factory,
- integrasi kecerdasan artifisial dalam pembelajaran,
- ketahanan pendidikan vokasi menghadapi disrupsi teknologi,
- hingga pendidikan dalam konteks ekonomi kreatif dan budaya lokal.
Seluruh penelitian tersebut menegaskan pentingnya pembelajaran adaptif, inovasi teknologi, dan relevansi lulusan terhadap kebutuhan industri.
Ketahanan: Bukan Bertahan, tetapi Mampu Berubah
Prof. Sintha memaparkan bahwa ketahanan pendidikan vokasi berarti kemampuan untuk terus berubah tanpa kehilangan jati diri. Pandemi 2020–2021 memberikan bukti bahwa pendidikan vokasi harus cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar kerja.
Namun, data tahun 2024 menunjukkan pemulihan signifikan, membuktikan bahwa pendidikan vokasi memiliki daya lenting yang kuat.
Teaching Factory dan Teknologi sebagai Penguat Pembelajaran
Beliau menyoroti teaching factory sebagai strategi penting untuk menghadirkan pembelajaran otentik yang menyerupai dunia kerja.
Teknologi seperti AI dan IoT disebut bukan sebagai tujuan akhir, melainkan alat pendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Namun, manusia tetap harus menjadi pusat proses pendidikan.
Vokasi untuk Desa dan Pembangunan Berkelanjutan
Dalam risetnya, Prof. Sintha menekankan pentingnya vokasi yang tidak terlepas dari masyarakat. Program SMK membangun desa menjadi bukti bagaimana pendidikan vokasi dapat menggerakkan ekonomi lokal, membangun kewirausahaan muda, dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi wilayah.
Ucapan Syukur dan Terima Kasih
Dalam bagian penutup, Prof. Sintha menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada berbagai pihak, antara lain:
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi
- Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM
- Rektor UHAMKA dan para Wakil Rektor
- LLDIKTI Wilayah 3
- Para guru besar, dosen, mitra industri, dan rekan riset
- Para guru dari masa TK hingga SMA
- Sahabat, kolega, dan mitra penelitian
- Keluarga besar, termasuk ayah, ibu, mertua, suami tercinta, anak-anak, dan cucu-cucu yang menjadi sumber kekuatan hidupnya
Beliau menegaskan dengan penuh kerendahan hati:
“Jika gelar ini anugerah, semoga saya mampu mensyukurinya. Jika amanah, semoga saya mampu menjaganya. Yang besar bukanlah saya, melainkan jasa-jasa guru saya.”
Pidato ditutup dengan sebuah pantun:
“Bunga selasih mekar di tapak tuan,
tanda kapal merapat ke pelabuhan.
Terima kasih untuk guru dan ilmu pengetahuan,
tanpa mereka aku tidak sampai ke tujuan.”
Penutup
Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Sintha Wahjusaputri, M.M. sebagai Guru Besar UHAMKA tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menegaskan komitmen UHAMKA dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, berdaya saing, dan berkarakter.
Dengan capaian ini, UHAMKA berharap Prof. Sintha terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia—khususnya pendidikan vokasi—serta bagi pembangunan umat dan bangsa.
Selamat dan sukses atas pencapaian tertinggi ini.
Semoga ilmu, karya, dan pengabdian Prof. Sintha menjadi amal jariah yang terus mengalir manfaatnya bagi generasi mendatang.
(Red Irwan Hasiholan)
