Universitas YARSI Menggagas Masa Depan: STEMpowerment untuk Generasi Tanpa Batas

Jakarta, MediaPatriot.co.id – 30 Januari 2026 — Universitas YARSI bekerja sama dengan Plan International Indonesia menyelenggarakan forum internasional bertajuk “STEMpowerment for All: Breaking Barriers, Building Futures.” Acara ini menghadirkan para tokoh nasional dan global, termasuk ilmuwan peraih Nobel, pemimpin industri, aktivis pemberdayaan perempuan, dan mahasiswa dari berbagai daerah. Forum ini menjadi ruang penting dalam mendorong kesetaraan akses STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) bagi semua, khususnya anak perempuan.

Sambutan Dini Widiastuti: Kisah Perempuan Muda dan Hambatan STEM

Acara dibuka oleh Dini Widiastuti, Executive Director Plan Indonesia. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, meski cuaca di luar mendung, seraya berharap ruangan forum ini tetap terasa hangat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Universitas YARSI dan jajaran pimpinan atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan penting ini.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Dini juga memberikan penghargaan kepada para tokoh yang hadir, termasuk Ibu Prof. Dr. Arianti, Ph.D, Prof. Fasli Jalal selaku Rektor YARSI, rekan-rekan media, organisasi masyarakat sipil, serta para mahasiswa yang disebutnya sebagai ilmuwan masa depan. Ia kemudian menyambut hangat dua tamu kehormatan dari luar negeri:

  • Dr. Phaedria St. Hilaire, Global Ambassador Global Girls Foundation & Plan International
  • Prof. Morten Meldal, Peraih Nobel Kimia 2022

Dalam pidatonya, Dini membagikan kisah inspiratif sekaligus menyedihkan. Beberapa tahun lalu, dalam kampanye tahunan Girls Takeover, seorang siswi SMA yang mengambil alih posisinya sebagai Direktur Eksekutif menyampaikan cita-cita menjadi ilmuwan. Sayangnya, guru dan orang tuanya justru menyarankan ia mengambil jurusan IPS karena STEM dianggap “lebih cocok untuk laki-laki”.

“Ia kini seorang pengacara yang brilian, namun ia juga bisa menjadi ilmuwan yang hebat. Potensinya ada, tetapi tersisih oleh norma,” ungkap Dini.

Dini menegaskan bahwa STEM bukan sekadar laboratorium dan teknologi, melainkan tentang pemikiran kritis, kesempatan, dan masa depan kemanusiaan.

Ia juga menyoroti bahwa tantangan global—mulai dari krisis iklim, kesehatan, hingga ketimpangan digital—terlalu kompleks untuk diselesaikan oleh satu disiplin atau satu gender.

“Tantangan dunia menuntut keberagaman pikiran, ide-ide berani, dan inovasi inklusif.”

Plan International, lanjutnya, terus berupaya menghapus hambatan yang menghalangi anak muda, terutama perempuan, melalui pendidikan, kepemimpinan, serta ruang aman untuk pengembangan keterampilan digital dan inovasi.

Sambutan Prof. Fasli Jalal: STEM Adalah Tentang Manusia

Rektor Universitas YARSI, Prof. Fasli Jalal, kemudian menyampaikan pidato pembuka yang menggugah. Ia menyampaikan bahwa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, diwakili oleh perwakilan kementerian, yaitu Dr. Ari.

Dalam sambutannya, Prof. Fasli mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu kehormatan, termasuk peraih Nobel, para pembicara nasional dan global, para akademisi, orang tua, serta para mahasiswa dan inovator muda.

Ia menegaskan bahwa forum ini merupakan momen penting yang mempertemukan keunggulan global, kepemimpinan nasional, dan komitmen bersama terhadap pembangunan pendidikan STEM yang progresif dan inklusif.

Prof. Fasli menyampaikan apresiasi mendalam kepada Plan Indonesia dan Dini Widiastuti atas kolaborasi dan kepemimpinan dalam pemberdayaan anak perempuan di bidang STEM.

Ia menegaskan:

“STEM bukan hanya tentang laboratorium, persamaan matematika, atau inovasi. STEM adalah tentang manusia — tentang siapa yang mendapat akses, siapa yang didorong, siapa yang diwakili, dan siapa yang akhirnya membentuk masa depan.”

Menurutnya, kenyataan hari ini masih pahit: banyak anak perempuan menghadapi hambatan berupa norma sosial, minimnya role model, dan akses pendidikan yang tidak merata.

“Jika bakat itu universal, maka kesempatan juga harus universal,” tegasnya.

Inklusi dalam STEM bukan soal kebaikan hati, tetapi:

  • Keadilan
  • Daya saing
  • Masa depan pembangunan nasional

Prof. Fasli menegaskan bahwa Universitas YARSI, yang memiliki kekuatan di bidang sains kesehatan, bioteknologi, dan ilmu terapan, berkomitmen penuh untuk membuka pintu seluas mungkin bagi anak perempuan agar merasa diterima dan didukung di bidang STEM. Pendidikan harus bebas dari stereotip dan inovasi harus dijalankan dengan empati dan dedikasi untuk kemanusiaan.

Pesan Inspiratif untuk Para Mahasiswa

Kepada para mahasiswa, Prof. Fasli memberikan pesan yang kuat:

“Kalian hadir di sini bukan hanya untuk mendengar. Kalian hadir untuk membayangkan diri sebagai generasi ilmuwan, insinyur, inovator, dan pemimpin berikutnya.”

Kepada para perempuan muda, ia menegaskan:

“Kecerdasan, rasa ingin tahu, dan ambisi kalian dibutuhkan dunia. Dunia menanti kontribusi kalian.”

Menutup sambutannya, Prof. Fasli menekankan bahwa masa depan STEM tidak akan dibangun oleh kecerdasan semata, tetapi oleh keberagaman, sistem yang inklusif, dan kepemimpinan yang berani membuka pintu bagi generasi berikutnya.

Membangun Masa Depan STEM Indonesia

Keberadaan dua tokoh dunia—Dr. Phaedria St. Hilaire dan Prof. Morten Meldal—menjadi simbol penting bahwa kolaborasi global dapat mempercepat kemajuan pendidikan dan inovasi di Indonesia.

Plan International, YARSI, pemerintah, sektor industri, dan masyarakat sipil kini bergerak bersama dalam misi besar:
memberdayakan 200 juta anak perempuan dalam lima tahun ke depan, khususnya dalam kepemimpinan, perlindungan di masa krisis, dan inovasi.

Forum ini diharapkan menjadi titik awal era baru pendidikan STEM di Indonesia—lebih inklusif, lebih berkeadilan, dan lebih berani membangun masa depan tanpa batas.

(Red Irwan Hasiholan)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id