Minggu | 1 Februari 2026 | Pukul | 20:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Medan | Sumatera Utara | Berita Terkini — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menegaskan komitmennya menjadikan keselamatan lalu lintas sebagai agenda strategis, bukan sekadar rutinitas seremonial.
Hal itu tercermin dalam kesiapan penuh menggelar Operasi Keselamatan Toba 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan pengerahan kekuatan lintas fungsi dan pendekatan berbasis profesionalitas, akuntabilitas, serta edukasi publik.
Langkah awal dimantapkan melalui Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) yang digelar di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat pemahaman hukum, serta mematangkan skema teknis di lapangan.
Hadir dalam agenda tersebut Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan, jajaran pejabat utama Polda Sumut, serta perwakilan satuan kerja dan kepolisian resor se-Sumatera Utara.
Dalam arahannya, Brigjen Pol Sonny Irawan menekankan bahwa operasi keselamatan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan berintegritas, sejalan dengan etika pelayanan publik dan standar penegakan hukum yang berkeadilan.
“Setiap tindakan petugas di lapangan adalah representasi institusi. Oleh karena itu, penguasaan aturan hukum, kepatuhan pada SOP, serta komunikasi yang humanis menjadi kunci agar operasi ini berdampak langsung pada tertib berlalu lintas dan keselamatan warga,” tegas Wakapolda.
Strategi Tiga Lapis: Preemtif, Preventif, Represif Selektif
Operasi Keselamatan Toba 2026 dirancang dengan pendekatan tiga lapis. Pertama, preemtif melalui sosialisasi masif dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Kedua, preventif dengan penguatan patroli, pengaturan arus, serta kehadiran polisi di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. Ketiga, represif secara selektif, yakni penindakan tegas namun terukur terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Sebanyak 2.023 personel diterjunkan untuk menyasar tiga aspek utama: pengguna jalan, kondisi kendaraan, dan angkutan umum.
Rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan kelengkapan berkendara, ramp check kendaraan umum, pemantauan jalur rawan, hingga penindakan terhadap pelanggaran prioritas seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, melebihi batas kecepatan, serta pengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Antisipasi Mobilitas Menjelang Idul Fitri
Meski berlangsung di awal Februari, operasi ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Polda Sumut dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Peningkatan arus kendaraan, aktivitas ekonomi, dan pergerakan angkutan umum dinilai berpotensi memicu kemacetan serta risiko kecelakaan jika tidak diimbangi dengan pengawasan ketat dan edukasi berkelanjutan.
“Keselamatan adalah investasi sosial. Dengan tertib berlalu lintas, kita menjaga produktivitas, mengurangi beban kesehatan, dan melindungi nyawa.
Operasi ini adalah langkah preventif yang berdampak luas,” ujar salah satu pejabat Polda Sumut dalam sesi diskusi teknis.
Transparansi dan Akuntabilitas Publik
Polda Sumut menegaskan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Setiap kegiatan operasi akan dievaluasi secara berkala, dengan penekanan pada kualitas pelayanan, kepatuhan prosedur, dan respons masyarakat.
Saluran pengaduan publik juga disiapkan untuk memastikan pengawasan partisipatif berjalan efektif.
Melalui Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumut berharap dapat membangun budaya berlalu lintas yang beradab, memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, serta menekan angka kecelakaan dan pelanggaran secara signifikan.
Di tengah dinamika lalu lintas yang semakin kompleks, operasi ini menjadi penegasan bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab kolektif antara aparat dan masyarakat demi ruang publik yang aman, tertib, dan manusiawi.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)
