Subaim, mediapatriot.co.id – Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Maluku Utara mengecam keras kinerja PLN Subaim yang dinilai gagal memberikan pelayanan listrik yang andal kepada masyarakat. Pemadaman listrik yang terus berulang dari tahun ke tahun, terutama setiap memasuki bulan suci Ramadhan, disebut telah menimbulkan keresahan dan kekecewaan publik.
Ketua GRIB Malut menegaskan, kondisi tersebut bukan lagi persoalan gangguan teknis semata, melainkan mencerminkan lemahnya manajemen serta tidak adanya keseriusan PLN Subaim dalam menyiapkan solusi jangka panjang.
“Setiap tahun masalahnya selalu sama. Begitu masuk Ramadhan, listrik pasti padam. Ini bukan lagi insidental, tapi sudah menjadi pola buruk pelayanan PLN Subaim,” tegas Ketua GRIB Malut dalam keterangannya, Sabtu (—).
Ia menilai pemadaman listrik di bulan Ramadhan sangat ironis, mengingat masyarakat membutuhkan pasokan listrik secara maksimal untuk mendukung ibadah, sahur, berbuka puasa, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.
Lebih lanjut, Ketua GRIB Malut juga menyoroti kepemimpinan PLN Subaim saat ini yang dinilai jauh menurun dibandingkan periode sebelumnya. Ia menyebut salah satu mantan pimpinan PLN Subaim bernama Risaldi sebagai contoh kepala unit yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Di masa kepemimpinan Pak Risaldi, pelayanan listrik sangat baik. Bahkan saat Ramadhan, hampir tidak ada pemadaman. Beliau hadir sebagai solusi, bukan sekadar memberi alasan,” ungkapnya.
Namun, menurutnya, kepemimpinan yang dinilai berhasil tersebut justru tidak berlangsung lama, sementara kondisi pelayanan listrik saat ini kembali memburuk dan merugikan masyarakat.
GRIB Maluku Utara mendesak PLN Wilayah Maluku Utara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PLN Subaim. Evaluasi tersebut dinilai penting agar persoalan pemadaman listrik tidak terus berulang setiap tahun.
Selain itu, GRIB Malut juga meminta agar wilayah Subaim memiliki kepala unit yang menetap guna memudahkan koordinasi dengan masyarakat. Selama ini, kata dia, pemberitahuan pemadaman listrik sering disampaikan melalui surat, namun pelaksanaannya kerap tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan bahkan molor berjam-jam.
Tak hanya itu, keberadaan tim pembangkit listrik di Subaim juga dinilai mendesak, mengingat pemadaman listrik masih sering terjadi tanpa penanganan cepat di lapangan.
“Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan jadikan Ramadhan sebagai bulan penderitaan akibat listrik padam. Jika tidak mampu memperbaiki kondisi ini, maka pimpinan PLN Subaim saat ini harus dievaluasi,” pungkasnya.

