Rabu | 4 Februari 2026 | Pukul | 17:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Tanjung Pura | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Di tengah arus modernitas yang kerap menggerus nilai-nilai kebersamaan, Pemerintah Desa Teluk Bakung menghadirkan sebuah ikhtiar sunyi namun sarat makna: menyiapkan masyarakat agar mampu menjaga amanah terakhir sesama manusia.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Riza Ansyari, S.Pd., pemerintah desa berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tanjung Pura dan dua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) setempat menggelar Pelatihan Bilal Mayit (Pengurusan Jenazah), Rabu (4/2/2026), di Aula Kantor Desa Teluk Bakung.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang belajar teknis pengurusan jenazah, tetapi juga ruang refleksi kolektif tentang makna tanggung jawab sosial dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan mengusung tema “Peran Penting Bilal Mayit Dalam Pengurusan Jenazah Agar Dapat Bertanggung Jawab, Sesuai Syariat Islam”, pelatihan ini dihadiri oleh masyarakat, tokoh agama, serta pengurus masjid se-Desa Teluk Bakung.
Kolaborasi lintas lembaga ini melibatkan DMI Kecamatan Tanjung Pura yang diketuai oleh Dr. H. Muamar Al Qadri, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IJM Langkat, BKM Al-Munawarah di bawah kepemimpinan Mustafa Kamal, serta BKM Al-Hidayah Desa Teluk Bakung yang diketuai oleh Hj. Mawai, S.
Sinergi tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan nilai dan kapasitas spiritual warganya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Riza Ansyari, S.Pd. menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari visi pemerintah desa untuk memperkuat fondasi keagamaan masyarakat sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjalankan kewajiban fardhu kifayah secara mandiri dan benar di lingkungannya masing-masing.
“Pengurusan jenazah bukan sekadar ritual, melainkan amanah kemanusiaan yang harus dijalankan dengan ilmu, adab, dan tanggung jawab.
Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir generasi bilal mayit yang tidak hanya terampil, tetapi juga berintegritas dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam,” ujar Riza Ansyari di hadapan para peserta.
Pelatihan menghadirkan Rajali, S.Pd.I., S.H. sebagai pemateri tunggal. Dengan pendekatan yang sistematis dan komunikatif, ia menguraikan tahapan pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga proses pemakaman.
Materi disampaikan secara teoritis dan praktis, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan aplikatif yang dapat langsung diterapkan di tengah masyarakat.
Dr. H. Muamar Al Qadri, M.Pd. dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Teluk Bakung yang dinilainya progresif dan visioner.
Menurutnya, pelatihan ini adalah bentuk nyata dari pendidikan masyarakat berbasis masjid dan desa, yang mampu menumbuhkan kesalehan sosial sekaligus memperkuat kohesi antarwarga.
“Desa yang kuat bukan hanya desa yang maju secara ekonomi, tetapi desa yang memiliki kepedulian sosial dan spiritual.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun peradaban masyarakat yang berakar pada nilai-nilai Islam dan kebersamaan,” ungkapnya.
Kehadiran para pengurus BKM, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga memperlihatkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini.
Diskusi interaktif dan simulasi praktik menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas keagamaan masih menjadi kebutuhan mendasar di tingkat akar rumput.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat gerakan #MudaBerkarya, yang mendorong partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial-keagamaan dan pembangunan desa.
Informasi resmi seputar program dan kegiatan Desa Teluk Bakung dapat diakses melalui laman telukbakung.id.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Pemerintah Desa Teluk Bakung bersama DMI dan BKM berharap dapat membangun sinergi berkelanjutan dalam menciptakan masyarakat yang religius, peduli, dan siap menjalankan peran sosial keagamaan.
Sebuah ikhtiar yang mungkin tampak sederhana, namun sesungguhnya menyentuh inti kemanusiaan: menjaga martabat sesama hingga ke akhir perjalanan hidupnya.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)


















