Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pentahelix dalam Tata Kelola Karbon Biru

Seminar Nasional Tata Kelola Ekosistem Karbon Biru Indonesia

 


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Jakarta, MediaPatriot.co.id — 5 Februari 2026

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Yayasan Samudera Indonesia Timur sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tata Kelola Ekosistem Karbon Biru Indonesia yang digelar di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat. Acara ini mempertemukan para ilmuwan, pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, hingga jurnalis dalam upaya memperkuat tata kelola ekosistem karbon biru melalui sinergi sains, kebijakan, dan pasar. Dengan tema “Menjembatani Sains–Kebijakan–Pasar untuk Keberlanjutan dan Perdagangan Karbon”, seminar ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan untuk memperkuat komitmen terhadap mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir.

 

Seminar menghadirkan beragam narasumber dari KKP, DPR RI, lembaga penelitian, akademisi IPB University, dan institusi internasional. Para pemateri membahas berbagai isu penting mencakup perencanaan ruang laut, pengembangan pasar karbon, inovasi riset ekosistem pesisir, hingga implementasi kebijakan lintas sektor untuk mendukung ekonomi biru nasional. Acara juga dihadiri oleh ratusan peserta yang mengikuti secara langsung maupun melalui platform Zoom.

 

Salah satu pemaparan penting disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA, Guru Besar IPB University, yang menekankan urgensi kolaborasi pentahelix dalam pembangunan karbon biru Indonesia. Ia menjelaskan bahwa isu karbon biru tidak dapat dibahas dari satu sektor saja, melainkan harus terpadu dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

 

“Acara hari ini sangat menarik karena ketika kita berbicara tentang Blue Carbon, tidak bisa hanya dilihat dari satu sektor. Harus terintegrasi dengan sektor lain. Yang paling penting, acara ini melibatkan pendekatan pentahelix—pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. Semua pihak harus terlibat agar program penting seperti ini dapat terdiseminasi dengan baik kepada seluruh pemangku kepentingan.”

 

Prof. Dietriech juga menekankan bahwa masyarakat pesisir harus menjadi bagian sentral dalam penanganan karbon biru karena mereka adalah pihak yang paling merasakan dampak langsung dari kesehatan ekosistem pesisir.

 

“Masyarakat harus tahu bahwa Blue Carbon ini terkait dengan mata pencaharian mereka. Jika ekosistem karbon biru bagus, ikan pasti banyak, lingkungan terjaga. Itu dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari mereka.”

 

Ketika ditanya tentang lembaga mana yang paling berperan dalam pengelolaan karbon biru, ia menegaskan bahwa tidak ada satu lembaga yang bisa bekerja sendiri.

 

“Saya tidak bisa melihat hanya satu lembaga yang paling terkait. Semua harus terintegrasi—darat, pesisir, laut, pelabuhan, pariwisata, perikanan. Kita negara kepulauan, tidak bisa terpisah. Pesisir tidak bisa ditangani secara sektoral, tetapi harus dilakukan secara terintegrasi oleh seluruh sektor dan pemangku kepentingan.”

 

Terkait harapan ke depan, Prof. Dietrich optimis bahwa dalam lima tahun, hasil nyata pengelolaan karbon biru akan terlihat jika program pemerintah, riset ilmiah, dan partisipasi masyarakat berjalan seiring.

 

“Ini momentum yang baik. Kita mulai sadar bahwa karbon biru sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem kita. Jika terintegrasi dengan baik, saya kira dalam lima tahun ke depan kita bisa melihat hasil konkret dalam pemanfaatan dan perlindungan karbon biru.”

 

Seminar ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang diikuti oleh para peserta dari berbagai sektor, termasuk perwakilan media seperti Indonesia Times dan Media Patriot. Para peserta menyambut positif kegiatan ini sebagai langkah maju menuju tata kelola karbon biru yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya ekosistem karbon biru, seminar ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia memperkuat perannya sebagai negara pusat ekonomi biru dunia. Acara ditutup dengan harapan besar agar kolaborasi lintas sektor terus berlanjut demi keberlanjutan pesisir dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

(Red Irwan Hasiholan)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Posting Terkait

Jangan Lewatkan