PALU, mediapatriot.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah, H. Arus Abdul Karim, secara terbuka menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap visi besar yang diusung oleh Forum Pemuda Sulawesi Tengah (FPS).
Hal ini disampaikan Arus menanggapi komitmen Ketua Umum Forum Pemuda Sulteng, Greef,menegaskan bahwa FPS siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak masyarakat di Bumi Tadulako.
Pemuda Sebagai Kontrol Sosial
Menurut Arus Abdul Karim, langkah yang diambil oleh Greef Kalengkongan merupakan angin segar bagi dinamika demokrasi di Sulawesi Tengah. Ia menilai, kehadiran organisasi kepemudaan yang kritis namun konstruktif sangat dibutuhkan sebagai mitra strategis pemerintah maupun legislatif.
“Saya sangat mengapresiasi semangat adinda Greef dan seluruh jajaran Forum Pemuda Sulteng. Menjadikan Forum sebagai garda terdepan masyarakat adalah tanggung jawab moral yang besar. Kita butuh anak muda yang berani pasang badan untuk kepentingan rakyat,” ujar Arus Abdul Karim saat ditemui di rumah kediamannya, Jumat (6/2/2026).
Sinergi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Arus menambahkan bahwa DPRD Sulteng selalu terbuka terhadap masukan dari kelompok pemuda. Ia berharap FPS tidak hanya menjadi penyambung lidah, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi warga.
Di sisi lain, Ketua Umum Forum Pemuda Sulteng, Greef Kalengkongan, menegaskan bahwa keberadaan Forum ini bukan sekadar simbolis. Pihaknya berkomitmen untuk mengawal setiap kebijakan publik agar tetap berpihak pada kemaslahatan orang banyak.
“Dukungan dari Ketua DPRD Sulteng menjadi motivasi tambahan bagi kami. Forum Pemuda Sulteng akan tetap konsisten bergerak di jalur pengabdian masyarakat. Kami akan menjadi mata dan telinga bagi rakyat yang mungkin selama ini aspirasinya belum tersampaikan,” tegas Greef.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus Forum Pemuda Sulteng di bawah kepemimpinan Greef Kalengkongan antara lain Pengawalan kebijakan daerah yang berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.
Advokasi sosial bagi masyarakat marginal di pelosok Sulawesi Tengah.
Pemberdayaan pemuda agar terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
Dengan adanya sinergi antara tokoh legislatif senior dan gerakan pemuda ini, diharapkan pembangunan di Sulawesi Tengah dapat berjalan lebih inklusif dan transparan.
