Hilirisasi Jadi Jalan Sunyi Kedaulatan Ekonomi: Danantara Tancap Gas Rp110 Triliun, Negara Bergerak dari Tambang hingga Meja Makan Rakyat

Tak Berkategori

Sabtu | 7 Februari 2026 | Pukul | 20:30 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Negara akhirnya tidak lagi sekadar menjadi penonton di atas kekayaan alamnya sendiri.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi menancapkan tonggak awal enam proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp110 triliun.

Langkah ini menandai fase baru arah pembangunan ekonomi Indonesia: dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi bernilai tambah dan berdaulat.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa enam proyek yang mencakup sektor energi, mineral, agroindustri, dan pangan tersebut bukan sekadar angka investasi, melainkan instrumen transformasi ekonomi nasional yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Dengan enam proyek ini, total investasinya mencapai sekitar US$7 miliar atau triliun,110 dan akan menciptakan kurang lebih 3.000 lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Rosan di Kantor Danantara, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Lebih jauh, Rosan menekankan bahwa proyek-proyek ini melibatkan banyak pemangku kepentingan, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah lokasi proyek.

Artinya, hilirisasi tidak berhenti di pabrik dan neraca keuangan, tetapi mengalir ke denyut ekonomi lokal.

Hilirisasi: Dari Konsentrasi Wilayah ke Pemerataan Nasional

Enam proyek hilirisasi tersebut tersebar di 13 daerah, dengan satu proyek hilirisasi peternakan unggas (poultry) yang beroperasi di enam kota sekaligus.

Hal ini mencerminkan perubahan paradigma: hilirisasi tidak lagi terkonsentrasi di wilayah tertentu seperti Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi, tetapi mulai menyebar ke berbagai kawasan strategis nasional.

“Ke depan, penyebaran proyek hilirisasi akan jauh lebih merata, dan ini penting untuk pertumbuhan ekonomi daerah yang berujung pada penguatan ekonomi nasional,” kata Rosan.

Data menunjukkan, kontribusi proyek hilirisasi terhadap investasi nasional terus meningkat.

Pada 2025, hilirisasi menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi nasional atau setara Rp584,1 triliun, meningkat 43,3 persen secara tahunan (year on year).

Angka ini menegaskan bahwa hilirisasi bukan lagi wacana, melainkan mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Enam Proyek Strategis: Dari Smelter hingga Pangan

1. Smelter Aluminium Baru di Mempawah, Kalimantan Barat

Proyek yang digarap MIND ID bersama Inalum dan Antam ini mencakup smelter aluminium berkapasitas 600 ribu metrik ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II berkapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun.

Nilai tambah yang dihasilkan luar biasa: dari bauksit mentah seharga sekitar US$40 per ton, naik menjadi US$400 per ton sebagai alumina, hingga melonjak ke US$2.800–3.000 per ton saat menjadi aluminium.

Ketika beroperasi penuh, proyek ini diproyeksikan meningkatkan cadangan devisa hingga 394 persen, dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun.

2. Pabrik Bioethanol Glenmore Fase I – Banyuwangi, Jawa Timur

Digarap PTPN III (Persero) bersama Pertamina, pabrik ini memiliki kapasitas 100 KLPD.

Proyek ini mendukung ketahanan energi nasional, mengurangi impor, sekaligus berkontribusi pada penurunan emisi karbon.

3. Biorefinery Cilacap – Jawa Tengah

Proyek Pertamina ini mengolah minyak jelantah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Saat ini menghasilkan 27 KL SAF per hari, dan diproyeksikan meningkat menjadi 887 KL per hari pada 2029.

Selain menurunkan impor avtur, proyek ini berpotensi menekan emisi hingga 600 ribu ton CO₂ per tahun dan meningkatkan PDB sekitar Rp199 triliun per tahun.

4. Pabrik Bioethanol Tebu Glenmore – Banyuwangi

Dijalankan oleh Pertamina NRE bersama PT Sinergi Gula Nusantara, pabrik ini berkapasitas 30 ribu KL per tahun dan melibatkan lebih dari 4.000 petani dan tenaga kerja lokal, sekaligus menurunkan emisi sekitar 66 ribu ton CO₂ per tahun.

5. Pabrik Garam Olahan Segoromadu

2 dan Dua Pabrik Garam Industri MVR
Dikelola PT Garam, proyek ini memiliki total kapasitas 380 ribu ton per tahun, mendukung swasembada garam industri, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas lapangan kerja.

6. Hilirisasi Poultry Terintegrasi – Kabupaten Malang

Melalui ID FOOD/PT Berdikari, fasilitas seluas 5,6 hektare ini memperkuat rantai pasok pangan nasional. Proyek serupa juga dibangun di Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Gorontalo, dan NTB.

Fokus Presiden Prabowo: Hilirisasi sebagai Jalan Kemandirian

Presiden Prabowo Subianto menjadikan hilirisasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Sebelumnya, Prabowo menyiapkan 18 proyek hilirisasi senilai Rp618 triliun yang diproyeksikan menciptakan 276 ribu lapangan kerja berkualitas.

“Kita punya kemampuan sekarang. Hilirisasi adalah kunci agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor.

Tak hanya itu, Presiden juga menyoroti krisis sampah nasional dan mendorong percepatan pembangunan 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai bagian dari strategi ekonomi sirkular dan energi bersih.

Hilirisasi sebagai Ikhtiar Sejarah

Peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi Danantara bukan sekadar seremoni.

Ia adalah simbol ikhtiar sejarah: mengubah kekayaan alam menjadi kesejahteraan rakyat, menciptakan lapangan kerja bermartabat, dan memastikan Indonesia tidak selamanya bergantung pada impor serta modal asing.

Di tengah ketidakpastian global, langkah ini menjadi pesan tegas bahwa Indonesia memilih bekerja di jalannya sendiri—sunyi, panjang, namun berdaulat.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Komentar