Sabtu | 7 Februari 2026 | Pukul | 19:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sikap paling tegas sepanjang masa pemerintahannya terhadap praktik korupsi yang dinilainya telah menggerogoti sendi-sendi keadilan dan kedaulatan negara.
Dalam pidato kenegaraan yang sarat pesan moral dan keberanian politik pada acara Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), Presiden menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar agenda pemerintahan, melainkan amanah suci yang tidak dapat ditawar.
Di hadapan ribuan ulama, tokoh nasional, dan undangan dari berbagai elemen bangsa, Presiden Prabowo secara terbuka menyebut para pelaku korupsi sebagai “garong-garong kekayaan bangsa”—kelompok yang selama ini hidup dari penjarahan aset negara dan berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan menciptakan kegaduhan politik serta adu domba di tengah masyarakat.
“Setiap kali negara berusaha menegakkan keadilan, setiap kali pemerintah ingin membersihkan korupsi, mereka menyerang balik.
Mereka tidak ingin Indonesia memiliki pemerintahan yang bersih, berdaulat, dan berpihak pada rakyat,” ujar Presiden dengan nada tegas yang menggema di ruang utama Masjid Istiqlal.
Presiden tidak menutup mata bahwa agenda besar pemberantasan korupsi pasti akan memunculkan perlawanan keras dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terusik.
Namun ia menegaskan, tekanan politik, intimidasi, hingga propaganda tidak akan menggoyahkan komitmen pemerintah.
“Saya berdiri di sini bukan karena kepentingan kelompok, bukan karena oligarki, tetapi karena mandat rakyat dan sumpah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia dan para ulama yang dinilainya konsisten menjadi penjaga moral bangsa serta pemberi kekuatan spiritual bagi kepemimpinan nasional di tengah tantangan besar.
“Ketika ulama dan umara bersatu, saya semakin yakin bahwa keadilan bisa ditegakkan di negeri ini.
Ulama adalah benteng nurani bangsa,” ujar Presiden, disambut lantunan takbir dari para hadirin.
Presiden menegaskan bahwa seluruh aparat penegak hukum—tanpa kecuali—akan terus bekerja berdasarkan konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia memastikan tidak akan ada intervensi politik untuk melindungi siapa pun yang terbukti merampok uang rakyat.
“Negara ini terlalu besar untuk dikorbankan demi kepentingan segelintir orang.
Saya telah disumpah untuk menegakkan hukum, dan karena itu saya tegaskan: saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun!” seru Presiden.
Pernyataan keras Presiden tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto akan mengambil garis konfrontatif terhadap praktik korupsi, kolusi, dan penjarahan kekayaan negara. Sikap ini sekaligus menjadi peringatan terbuka bagi pihak mana pun yang mencoba menghambat agenda reformasi birokrasi dan pengamanan aset nasional.
Di tengah harapan rakyat akan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan, pidato Presiden di Masjid Istiqlal ini bukan sekadar retorika politik, melainkan deklarasi moral dan politik bahwa perang melawan korupsi telah memasuki babak yang lebih serius dan menentukan bagi masa depan Indonesia.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)
