Gelombang Raksasa 35 Meter Terekam Satelit: Saat Laut Lepas Membuka Rahasia Paling Menakutkannya

Judul Halaman
%%footer%%

Senin | 9 Februari 2026 | Pukul | 10:50 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Samudra yang selama berabad-abad dipandang sebagai ruang sunyi dan misterius, kembali memperlihatkan wajah aslinya: dahsyat, tak terduga, dan menyimpan kekuatan yang melampaui imajinasi manusia.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Pada Desember 2024, sebuah fenomena laut ekstrem yang nyaris tak pernah tertangkap mata manusia berhasil direkam dari luar angkasa.

Data satelit orbit Bumi mengungkap keberadaan gelombang raksasa setinggi sekitar 35 meter di tengah Samudra Pasifik, tepatnya di wilayah antara Hawaii dan Kepulauan Aleutian, kawasan utara Pasifik yang dikenal sebagai salah satu jalur badai paling aktif di dunia.

Fenomena ini terdeteksi jauh dari jalur pelayaran padat maupun kawasan pesisir, menjadikannya hampir mustahil diamati secara langsung oleh kapal atau masyarakat daratan.

Namun berkat kemajuan teknologi penginderaan jauh, apa yang dahulu hanya hidup dalam kisah-kisah pelaut dan legenda laut kini dapat dipetakan secara ilmiah dan terukur.

Gelombang tersebut, jika dianalogikan secara visual, setara dengan bangunan 11 lantai yang menjulang tegak dari dasar hingga puncaknya.

Sebuah “tembok air” raksasa yang bergerak di lautan terbuka, terbentuk dari kombinasi badai besar, hembusan angin ekstrem, serta akumulasi energi gelombang yang masif di permukaan laut.

Badai Eddie dan Ledakan Energi Samudra

Mengutip laporan yang dipublikasikan media sains internasional Ecoticias, para ilmuwan menjelaskan bahwa gelombang ekstrem ini berkaitan erat dengan badai kuat yang melanda Pasifik Utara pada Desember 2024, yang dikenal sebagai Storm Eddie.

Badai tersebut memicu rata-rata tinggi gelombang hampir 20 meter, dengan puncak ekstrem yang diperkirakan mencapai 35 meter.

Storm Eddie tidak hanya menjadi peristiwa meteorologis biasa, tetapi juga menjadi bukti bagaimana sistem cuaca ekstrem mampu mengonsentrasikan energi dalam skala besar di lautan terbuka.

Energi ini kemudian dilepaskan dalam bentuk gelombang raksasa yang muncul secara tiba-tiba dan sulit diprediksi tanpa teknologi pemantauan canggih.

Dari Mitos Pelaut ke Data Ilmiah

Dalam keterangannya kepada media luar negeri, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini menandai titik balik penting dalam pemahaman manusia tentang dinamika laut lepas.

Selama berabad-abad, kisah tentang “gelombang monster” atau rogue waves kerap dianggap sebagai mitos yang dilebih-lebihkan oleh pelaut.

Kini, satelit membuktikan bahwa fenomena tersebut nyata dan dapat terjadi jauh dari pantai, tanpa kaitan langsung dengan gempa bumi maupun tsunami.

Peran penting dalam penemuan ini dimainkan oleh teknologi satelit mutakhir, khususnya misi Surface Water and Ocean Topography (SWOT).

Satelit ini dirancang untuk memetakan variasi ketinggian permukaan laut dengan resolusi tinggi, termasuk di wilayah samudra terbuka yang sebelumnya sulit dijangkau pengamatan konvensional.

Dengan kemampuan tersebut, SWOT memungkinkan para ilmuwan “melihat” denyut dan gejolak lautan dari luar angkasa, membuka jendela baru untuk memahami bagaimana energi bergerak dan terkonsentrasi di permukaan laut global.

Ancaman Sunyi bagi Pelayaran Global

Meski terjadi jauh dari daratan, gelombang ekstrem semacam ini bukanlah fenomena tanpa dampak.

Para peneliti mengingatkan bahwa gelombang raksasa di laut terbuka tetap menyimpan risiko tinggi bagi pelayaran jarak jauh, operasi laut lepas, hingga infrastruktur energi dan migas offshore.

“Gelombang ekstrem seperti ini dapat bertindak sebagai tembok air mendadak yang sangat berbahaya, terutama karena sulit diprediksi tanpa data satelit,” tegas para ilmuwan.

Kapal besar sekalipun berpotensi mengalami kerusakan serius jika berhadapan langsung dengan gelombang setinggi puluhan meter dalam waktu singkat.

Menuju Peta Risiko Laut Terbuka

Penemuan ini sekaligus memperkuat urgensi pengembangan sistem peringatan dini berbasis satelit dan pemetaan risiko laut terbuka.

Dengan pemantauan dari luar angkasa, para ahli optimistis bahwa ke depan jalur pelayaran dapat dianalisis lebih akurat sebelum dilalui kapal, sehingga risiko kecelakaan laut dapat ditekan secara signifikan.

Lebih dari sekadar temuan ilmiah, rekaman gelombang raksasa ini menjadi pengingat bahwa lautan masih menyimpan kekuatan besar yang belum sepenuhnya kita pahami.

Di tengah kemajuan teknologi dan ambisi manusia menjelajah samudra, alam tetap memegang kendali terakhir—sunyi, luas, dan sewaktu-waktu dapat menunjukkan kedahsyatannya.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)


Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>





Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Posting Terkait

Jangan Lewatkan