Di Tengah Padatnya Negara, Teddy Indra Wijaya Menyisakan Waktu untuk Masa Depan Bangsa

Selasa | 10 Februari 2026 | Pukul | 22:00 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Suasana Kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia mendadak berubah riuh dan penuh semangat pada Selasa, (10/2/2026) , Bukan karena agenda kenegaraan berskala besar, melainkan oleh kehadiran sekitar 300 siswa-siswi SMKN 27 Jakarta yang mengikuti kegiatan Future Ready, sebuah program edukatif yang dirancang untuk mengenalkan dunia pemerintahan kepada generasi muda.

Di tengah padatnya agenda kenegaraan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menunjukkan sebuah teladan kepemimpinan yang humanis.

Ia menyempatkan diri menghampiri para pelajar, menyapa mereka dengan hangat, dan menyampaikan pesan-pesan yang bukan sekadar seremonial, tetapi sarat makna bagi perjalanan hidup generasi penerus bangsa.

Kehadiran Seskab Teddy sontak disambut antusias.

Tepuk tangan meriah menggema di ruangan, menandai momen langka ketika ruang birokrasi bertemu langsung dengan harapan-harapan muda yang sedang tumbuh.

Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy menyampaikan empat pesan fundamental yang ia yakini sebagai bekal utama menghadapi masa depan.

Pertama, ia menekankan pentingnya memiliki visi hidup.

Para pelajar diminta untuk menentukan minimal tiga cita-cita, mempelajarinya secara serius, dan mengupayakannya dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, masa depan tidak pernah lahir dari kebetulan, melainkan dari perencanaan dan ketekunan.

Kedua, Seskab Teddy mengajak para siswa untuk mengenali dan mengasah kemampuan terbaik yang dimiliki.

Entah itu kemampuan berbicara, akademik, fotografi, desain, olahraga, musik, atau keahlian positif lainnya.

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi unik, dan tugas mereka adalah menemukannya lalu mengembangkannya dengan disiplin.

Pesan ketiga yang disampaikan adalah pentingnya membangun jejaring pertemanan.

Dalam dunia yang semakin kompleks, relasi sosial bukan hanya soal pergaulan, tetapi juga tentang saling belajar, saling menguatkan, dan tumbuh bersama.

Pesan keempat, yang menurutnya sering diucapkan namun kerap diabaikan, adalah meminta restu dan doa orang tua.

Dengan nada yang penuh ketulusan, Seskab Teddy mengingatkan bahwa doa orang tua merupakan fondasi spiritual yang tak tergantikan dalam perjalanan hidup dan karier siapa pun.

“Terima kasih atas kedatangannya ke Kantor Sekretariat Kabinet.

Saya percaya pertemuan ini bukan sebuah kebetulan. Sekarang saya teman kalian, dan kalian adalah teman saya,” ujar Seskab Teddy, yang kembali disambut tepuk tangan panjang dari para pelajar.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan membumi.

Di balik jabatan strategis yang diembannya, Seskab Teddy tampil sebagai sosok yang memahami pentingnya kedekatan emosional antara negara dan generasi muda.

Program Future Ready sendiri menjadi ruang pembelajaran nyata bagi pelajar untuk mengenal tata kelola pemerintahan dari dekat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa masa depan bangsa berada di tangan mereka.

Interaksi langsung dengan pejabat negara bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri dan tanggung jawab kebangsaan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak selalu lahir dari kebijakan besar, tetapi sering kali bermula dari sentuhan sederhana: menyapa, mendengar, dan memberi pesan yang tulus.

Di tengah hiruk-pikuk urusan negara, waktu yang disisihkan untuk generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi Indonesia.

Apa yang dilakukan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya hari itu bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan sebuah pesan kuat bahwa negara hadir, peduli, dan percaya pada masa depan anak-anak bangsanya.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)