TEGAL | Media Patriot Nasional – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PDI Perjuangan, Dr. Meisy Mars, melaksanakan kegiatan reses dengan konsep yang tidak biasa. Reses tersebut dikemas secara “nguras ngirus”, sebuah istilah yang dimaknai sebagai sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk konsolidasi dan penyegaran kepengurusan partai di tingkat PAC.
Sebagai kader sekaligus pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dr. Meisy Mars memiliki tanggung jawab dalam pembinaan struktur partai di tingkat kecamatan. Sementara untuk pengurus ranting dan anak ranting menjadi kewenangan DPC. Atas dasar itulah, kegiatan reses dilaksanakan di Aula DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal dan dikemas dalam bentuk rapat kerja PAC.
Rangkaian kegiatan reses dimulai pada Sabtu, 8 Februari 2026, dengan pelaksanaan rapat PAC Kecamatan Pangkah dan PAC Kecamatan Kedungbanteng. Selanjutnya pada Senin, 9 Februari 2026, agenda dilanjutkan dengan rapat PAC Kecamatan Adiwerna pada pagi hari, dan rapat PAC Kecamatan Kramat pada sore harinya.
Dalam keterangannya, Dr. Meisy Mars menjelaskan bahwa daerah pemilihannya, Dapil 12, meliputi Kota Tegal, Slawi, dan Kabupaten Brebes. Untuk wilayah Kota Tegal, yang terdiri dari empat PAC, rapat dapat dilaksanakan secara bersamaan. Namun untuk Kabupaten Tegal, pembagian wilayah dilakukan agar kegiatan lebih efektif.
“Untuk Kabupaten Tegal saya berbagi tugas dengan Mas Marhaeni. Beliau menangani dapil atas daerah pegunungan, sementara saya fokus di Dapil 12 wilayah bawah,” jelas Meisy.
Selain menyerap aspirasi dan melakukan konsolidasi partai, dalam kesempatan tersebut Dr. Meisy Mars juga menyampaikan gagasannya terkait rencana program pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Salah satu konsep yang tengah digodok adalah program graduate pemuda, yang diarahkan pada pemberdayaan potensi anak muda di daerah binaan.
Menurut Meisy, program tersebut masih dalam tahap perencanaan dan kajian. Ia menegaskan bahwa sebelum dijalankan, perlu dilakukan survei mendalam terkait potensi daerah dan minat pemuda setempat agar program yang diterapkan benar-benar tepat sasaran.
“Saya tidak ingin program asal jalan. Saya melakukan survei dulu, potensi pemuda di daerah itu apa, lingkungannya mendukung ke arah mana,” ujarnya.
Sebagai contoh, Meisy menyebutkan bahwa di Kabupaten Kebumen, program yang dinilai tepat adalah pembangunan jalan alternatif penghubung antar desa. Sementara di Kabupaten Tegal, ia melihat potensi pemuda lebih cocok diarahkan pada sektor pertanian, khususnya budidaya kapulaga.
“Dengan upaya-upaya yang tepat sasaran, saya yakin secara bertahap angka kemiskinan di daerah binaan akan terkikis,” tutur Meisy usai menyelesaikan agenda reses terakhir pada rapat kerja PAC Kecamatan Kramat, Senin sore (9/2/2026).
Melalui konsep reses “nguras ngirus” ini, Dr. Meisy Mars berharap aspirasi masyarakat dapat terserap optimal, sekaligus memperkuat soliditas dan kesiapan struktur partai dalam menghadapi agenda-agenda politik ke depan.
(Nurdibyo)
