Kolaborasi Negara Menjaga Nurani Pangan Bangsa: Mentan Amran Apresiasi Peran Polri Kawal Produksi, Distribusi, dan Harga Pangan Nasional

Selasa | 10 Februari 2026 | Pukul | 21:40 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Ketahanan pangan tidak lahir dari kerja sektoral yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan dari sinergi negara yang terjalin erat antara kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Pesan inilah yang mengemuka ketika Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor—khususnya dukungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri)—menjadi fondasi utama keberhasilan Indonesia dalam menjaga produksi, distribusi, dan stabilitas harga pangan nasional.

Dalam forum strategis Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026), Mentan Amran menyampaikan apresiasi terbuka kepada jajaran Polri atas peran aktif dan konsisten dalam mengawal sektor pertanian dari hulu hingga hilir, di tengah tekanan global yang kian kompleks.

“Ketahanan pangan adalah kerja besar negara.

Tidak mungkin Kementerian Pertanian bekerja sendiri. Polri hadir memastikan produksi berjalan, distribusi lancar, dan harga tetap adil bagi rakyat,” ujar Mentan Amran di hadapan para pimpinan Polri se-Indonesia.

Swasembada Jagung Pakan: Bukti Nyata Sinergi Negara

Salah satu capaian monumental yang disoroti Mentan Amran adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada jagung pakan, dengan peningkatan produksi mencapai sekitar 1 juta ton.

Capaian ini tidak hanya berdampak pada penghapusan impor jagung pakan, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap penguatan ekonomi nasional, peningkatan pendapatan petani, serta stabilitas sektor peternakan.

Menurut Mentan Amran, keberhasilan tersebut merupakan hasil konkret dari kolaborasi lintas sektor, termasuk pengawalan distribusi, pengamanan rantai pasok, dan pencegahan praktik-praktik yang merugikan petani dan konsumen.

“Ini bukan keberhasilan satu kementerian. Ini kerja bersama. Ketika aparat negara hadir menjaga produksi dan distribusi, petani merasa terlindungi, pasar menjadi sehat, dan rakyat merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Harus Stabil

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyinggung kondisi stok beras nasional yang saat ini mencapai 3,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Dengan kondisi stok yang sangat kuat, ia menegaskan bahwa tidak ada alasan rasional bagi harga beras untuk mengalami kenaikan.

Ia menilai peran Polri, khususnya melalui Satgas Pangan, sangat strategis dalam memastikan mekanisme pasar berjalan secara adil dan mencegah praktik spekulasi, penimbunan, serta permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Stok kita kuat. Negara hadir. Aparat hadir. Maka tidak boleh ada pihak yang bermain-main dengan pangan rakyat,” ujar Mentan Amran dengan nada tegas.

Polri sebagai Penjaga Stabilitas di Masa Rawan

Mentan Amran juga memberikan apresiasi atas konsistensi Polri dalam menjaga stabilitas pangan pada periode-periode rawan, seperti Natal dan Tahun Baru, di mana tekanan permintaan sering kali dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan pelanggaran distribusi dan harga.

Menurutnya, kehadiran Polri dalam pengawasan distribusi pangan telah menjadi faktor penting dalam menekan gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Ketahanan pangan bukan semata soal menanam dan panen.

Ini soal keadilan distribusi dan keberpihakan pada rakyat. Di sinilah peran Polri menjadi sangat vital,” ungkapnya.

Ketahanan Pangan sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa

Lebih jauh, Mentan Amran menekankan bahwa ketahanan pangan harus dipahami sebagai pilar kedaulatan bangsa, bukan sekadar isu teknis pertanian.

Sinergi antara kebijakan pemerintah, pengawasan aparat, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu melompat menjadi kekuatan pangan global.

Ia menyebut, dalam waktu relatif singkat, Indonesia tidak hanya berhasil mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis, tetapi juga mulai memperkuat posisi sebagai calon negara pengekspor pangan.

“Ketika negara bekerja dalam satu tarikan napas, hasilnya luar biasa. Kita bukan hanya cukup untuk diri sendiri, tetapi mulai memberi kontribusi bagi dunia,” katanya.

Menatap Masa Depan: Hilirisasi dan Lumbung Pangan Nasional

Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Polri, dalam agenda strategis seperti hilirisasi pertanian, penguatan lumbung pangan dari desa hingga nasional, serta peningkatan nilai tambah produk pertanian.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam peta pangan global.

Mentan Amran menutup pernyataannya dengan penegasan bernada reflektif sekaligus visioner.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan sinergi yang solid, kita tidak hanya menjaga pangan hari ini, tetapi sedang menyiapkan masa depan Indonesia sebagai pengendali pangan dunia,” pungkasnya.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)