Selasa | 10 Februari 2026 | Pukul | 15:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Di tengah bentangan laut dan kesederhanaan hidup masyarakat pesisir Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, demokrasi menemukan kembali denyut aslinya.
Bukan di ruang berpendingin udara, bukan pula di balik meja rapat yang kerap berjarak dengan realitas, melainkan di hadapan rakyat yang hidup dengan persoalan nyata.
Selasa (10/2/2026), Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) XII Binjai–Langkat, Johan Wiryawan Bangun, melaksanakan Reses II Tahun Sidang II 2025–2026, dengan semangat yang melampaui sekadar pemenuhan kewajiban formal.
Reses ini menjadi ruang dialog yang hidup—tempat suara rakyat tidak hanya didengar, tetapi dihargai sebagai fondasi kebijakan.
Dalam suasana yang hangat dan partisipatif, masyarakat menyampaikan aspirasi secara terbuka, jujur, dan tanpa sekat.
Dari persoalan infrastruktur desa yang belum memadai, akses layanan kesehatan dan pendidikan, hingga ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, seluruhnya mengalir sebagai potret nyata denyut kehidupan warga Binjai–Langkat.
“Reses bukan agenda seremonial. Ini adalah kewajiban moral dan politik untuk turun langsung, mendengar dengan empati, mencatat dengan tanggung jawab, dan memperjuangkan dengan sungguh-sungguh,” tegas Johan Wiryawan Bangun di hadapan peserta reses yang terdiri dari tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, nelayan, petani, serta unsur pemerintah kecamatan.
Menjemput Aspirasi, Menyulam Harapan
Reses II ini menjadi cermin relasi ideal antara wakil rakyat dan konstituennya. Beragam aspirasi disampaikan secara lugas: perbaikan jalan penghubung antar desa yang menjadi urat nadi ekonomi, penguatan dan pendampingan UMKM lokal, perlindungan serta pemberdayaan nelayan dan petani, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih adil, cepat, dan manusiawi.
Setiap masukan dicatat sebagai amanah, bukan sekadar bahan laporan.
Johan menegaskan komitmennya untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan diperjuangkan agar menjelma menjadi kebijakan konkret di tingkat provinsi.
“Aspirasi rakyat adalah kompas kebijakan.
Ketika wakil rakyat berhenti mendengar, saat itu pula kebijakan kehilangan arah dan nuraninya,” ujarnya dengan nada reflektif, disambut anggukan setuju dari warga yang hadir.
Kehadiran Negara yang Membumi
Bagi masyarakat Pantai Cermin, kehadiran langsung anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara di tengah mereka memiliki makna lebih dari sekadar aktivitas politik rutin.
Ia menjadi simbol kehadiran negara di ruang-ruang kehidupan rakyat yang kerap terpinggirkan oleh arus pembangunan.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas konsistensi Johan Wiryawan Bangun yang dinilai aktif turun ke lapangan, membuka ruang dialog tanpa jarak, serta bersedia mendengar kritik dan harapan rakyat secara terbuka.
Mereka berharap hasil reses ini benar-benar menjadi bahan perjuangan di parlemen provinsi, bukan sekadar janji yang larut oleh waktu.
Dari Catatan Lapangan ke Meja Kebijakan
Menutup kegiatan reses, Johan kembali menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan dirumuskan secara sistematis dan diperjuangkan melalui mekanisme resmi DPRD Provinsi Sumatera Utara—baik dalam fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.
“Demokrasi bekerja ketika wakil rakyat mau turun, mendengar, dan bertindak. Itulah makna reses yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Reses II Tahun Sidang II 2025–2026 ini menjadi penanda bahwa politik yang membumi—yang berangkat dari dialog, empati, dan keberanian mendengar—masih menemukan ruangnya. Dari Pantai Cermin, harapan itu kembali disuarakan: pembangunan yang berkeadilan, kebijakan yang berpihak, dan wakil rakyat yang setia pada nurani rakyatnya.
Masyarakat pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Johan Wiryawan Bangun atas komitmen, kehadiran, dan kesungguhannya dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi rakyat Binjai–Langkat.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
