Kabupaten Tegal – Kondisi kolam di UPT Balai Benih Ikan Pangkah, Kabupaten Tegal, dinilai sudah tidak lagi layak dan membutuhkan penataan serius. Dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare dan bangunan kurang lebih 1 hektare, balai benih ikan ini memiliki enam kolam pembenihan serta sejumlah kolam yang disewakan kepada pihak ketiga.
Kolam yang disewakan tersebut dikenakan tarif Rp8000 per meter per tahun dan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp30 juta setiap tahunnya. Meski demikian, kondisi infrastruktur yang mulai menua menjadi tantangan dalam mengoptimalkan fungsi balai benih ikan sebagai pusat pembenihan sekaligus sarana edukasi.
Kepala UPT Balai Benih Ikan Pangkah, Mardi Hermanto, menyampaikan bahwa balai benih ikan ini sebelumnya cukup diminati sebagai lokasi edukasi bagi pelajar.
“Dulu kunjungan siswa bisa mencapai 250 anak untuk edukasi dan pengenalan perikanan kepada anak-anak,” ujar Mardi, saat dikunjungi di UPT BBI Pangkah, Jum’at (13/2/2026).
Menurutnya, potensi BBI tidak hanya sebagai pusat produksi benih ikan, tetapi juga sebagai kawasan edu wisata berbasis perikanan. Dengan konsep penataan yang lebih menarik, kawasan ini dapat menjadi destinasi pembelajaran sekaligus rekreasi keluarga.
Mardi mencontohkan sejumlah BBI di Jawa Timur yang telah disulap menjadi kawasan edu wisata, sehingga mampu menarik kunjungan masyarakat dalam jumlah besar. Konsep tersebut dinilai layak diterapkan di Kabupaten Tegal, dengan sentuhan penataan taman, area bermain edukatif, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Perlu ada penataan yang lebih indah dan representatif agar balai benih ikan ini bisa kembali ramai dikunjungi dan memberi manfaat lebih luas,” tambahnya.
Upaya revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan serta memperkenalkan sektor perikanan sejak dini kepada generasi muda. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak, BBI Pangkah berpeluang menjadi ikon edu wisata perikanan di Kabupaten Tegal. (David)
