Tragedi Berdarah di Langit Papua: Pilot dan Kopilot Smart Air Gugur Ditembak di Boven Digoel, 13 Penumpang Selamat

Judul Halaman
%%footer%%

Jum’at | 13 Februari 2026 | Pukul | 11:00 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Duka kembali menyelimuti dunia penerbangan perintis Indonesia. Dua insan dirgantara, Pilot Smart Air Egon Erawan dan kopilot Baskoro Adi Anggoro, gugur setelah pesawat yang mereka kemudikan ditembak di wilayah Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat (13/2/2026).

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Di tengah tragedi yang mengguncang nurani bangsa itu, 13 penumpang dilaporkan selamat tanpa luka.

Kabar memilukan ini dikonfirmasi oleh Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo.

“(Penumpang) Tidak ada (yang terluka),” ujar Yusuf kepada wartawan.
“Aman-aman saja, sehat-sehat,” tambahnya menegaskan kondisi para penumpang.

Pengabdian yang Berujung Gugur
Smart Air selama ini dikenal sebagai maskapai yang melayani rute-rute perintis di wilayah terpencil Papua—wilayah dengan tantangan geografis dan keamanan yang tidak ringan.

Penerbangan perintis bukan sekadar aktivitas komersial; ia adalah denyut nadi yang menghubungkan daerah-daerah terisolasi dengan layanan kesehatan, logistik, pendidikan, dan kebutuhan pokok masyarakat.

Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro bukan sekadar awak pesawat.

Mereka adalah simbol pengabdian, profesionalisme, dan keberanian. Dalam setiap penerbangan, risiko bukanlah cerita baru.

Namun, dedikasi terhadap tugas dan komitmen kemanusiaan membuat mereka tetap mengudara, menjembatani keterisolasian wilayah timur Indonesia.

Peristiwa penembakan ini kembali mengingatkan publik bahwa ruang udara di sejumlah titik Papua masih menyimpan ancaman serius.

Ketika peluru menembus badan pesawat, yang terancam bukan hanya keselamatan awak, tetapi juga harapan masyarakat yang menggantungkan hidup pada akses transportasi udara.

13 Nyawa Diselamatkan
Di balik kabar duka, ada secercah syukur.

Tiga belas penumpang yang berada di dalam pesawat dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka.

Fakta ini menjadi bukti profesionalisme awak dalam menghadapi situasi darurat hingga detik-detik terakhir.

Belum ada keterangan rinci mengenai kronologi lengkap penembakan maupun kelompok pelaku yang bertanggung jawab.

Aparat keamanan tengah melakukan pendalaman dan investigasi untuk mengungkap fakta secara komprehensif.

Operasi Besar dan Evaluasi Keamanan
Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan langkah responsif akan segera dilakukan.

Yusuf menyatakan bahwa operasi keamanan berskala besar akan digelar menyusul insiden ini.

“Pasti dong, dari dulu juga kita operasi besar cuma Papua ini lebih besar,” katanya.

“Seharusnya (ditambah personel),” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menandakan adanya kebutuhan evaluasi strategis terhadap sistem pengamanan wilayah udara dan bandara-bandara perintis di Papua Selatan.

Penguatan personel dan pola operasi dinilai menjadi keniscayaan demi mencegah tragedi serupa terulang.

Alarm bagi Negara

Peristiwa ini bukan sekadar insiden kriminal bersenjata.

Ia adalah alarm keras bagi negara untuk memastikan bahwa pelayanan publik—termasuk transportasi udara—tidak menjadi korban konflik dan kekerasan.

Negara memiliki tanggung jawab konstitusional melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Penerbangan perintis adalah bagian dari kehadiran negara di wilayah terluar dan terpencil.

Ketika para pilot menjadi sasaran, maka sesungguhnya yang diserang adalah simbol konektivitas dan kemanusiaan.

Duka untuk Keluarga dan Dunia Penerbangan

Dunia penerbangan nasional kembali kehilangan putra terbaiknya.

Kepergian Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat dan masyarakat yang selama ini merasakan manfaat pengabdian mereka.

Di tengah kabar selamatnya para penumpang, bangsa ini tetap harus menundukkan kepala, memberi penghormatan setinggi-tingginya kepada dua pilot yang gugur dalam tugas.

Semoga tragedi ini menjadi momentum refleksi bersama:

bahwa keselamatan penerbangan perintis harus menjadi prioritas mutlak, dan keamanan wilayah Papua tidak boleh dibiarkan menjadi ruang abu-abu yang terus memakan korban.

Bangsa ini berduka.

Namun di atas duka, keadilan dan perlindungan harus ditegakkan.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)


Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>





Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Posting Terkait

Jangan Lewatkan