Kamis | 26 Februari 2026 | Pukul | 12:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Deli Serdang | Sumatera Utara | Berita Terkini – Langit senja Rabu (25/2/2026) belum sepenuhnya redup ketika iring-iringan kendaraan dinas memasuki halaman Kantor Kejaksaan Negeri Deli Serdang.
Tepat pukul 17.20 WIB, Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, turun dari kendaraan dinasnya dengan pengawalan ketat unsur TNI dan P
Kunjungan itu berlangsung di tengah sorotan publik pasca pencopotan dua pejabat penting di lingkungan Kejari Deli Serdang yang hingga kini belum sepenuhnya terjelaskan ke publik.
Kedatangan orang nomor satu di Korps Adhyaksa tersebut menjadi perhatian luas.
Selain karena momentum yang sensitif, kunjungan ini disebut sebagai yang pertama kalinya dilakukan Jaksa Agung ke Kejari Deli Serdang sejak menjabat.
Ia didampingi Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, serta sejumlah pejabat struktural lainnya dari Kejaksaan Agung.
Kunjungan berlangsung tertutup. Pertemuan digelar di ruang Kepala Kejari Deli Serdang, Sapta Putra. Awak media yang telah menunggu sejak sore hari hanya diperkenankan mengambil gambar pada momen kedatangan.
Saat Jaksa Agung hendak meninggalkan ruangan kepala kejari, sejumlah jaksa tampak membatasi akses dokumentasi.
Situasi serupa terjadi ketika ia menuju kendaraan dinas berpelat bintang empat untuk melanjutkan perjalanan ke Medan sekitar pukul 18.15 WIB.
Sikap tertutup tersebut memantik beragam tafsir.
Di satu sisi, pejabat internal menyatakan bahwa kunjungan itu murni agenda kerja.
Di sisi lain, publik tidak dapat mengabaikan konteks yang mengiringinya: mutasi mendadak Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Seksi Pidana Khusus beberapa waktu lalu.
Kasi Intel Kejari Deli Serdang, Robi, menegaskan bahwa kunjungan Jaksa Agung tidak berkaitan dengan rotasi pejabat yang terjadi sebelumnya.
Menurutnya, agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja setelah Jaksa Agung tiba dari Bandara Internasional Kualanamu.
Penjelasan senada disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rizaldi.
Ia menyebutkan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan selanjutnya Jaksa Agung dijadwalkan menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Medan.
“Tidak ada kaitannya dengan rotasi pejabat. Ini murni kunjungan kerja,” ujar Rizaldi kepada wartawan.
Namun demikian, dalam tradisi negara hukum yang menjunjung asas transparansi dan akuntabilitas, setiap dinamika di tubuh institusi penegak hukum selalu menjadi perhatian publik.
Terlebih ketika terjadi pencopotan pejabat pada posisi strategis seperti Kepala Kejari dan Kepala Seksi Pidana Khusus—unit yang menangani perkara-perkara sensitif, termasuk dugaan tindak pidana korupsi.
Di tengah berbagai kasus dugaan korupsi yang masih menjadi sorotan masyarakat, publik berharap adanya penjelasan yang komprehensif agar tidak berkembang spekulasi liar.
Kepercayaan terhadap institusi penegak hukum merupakan fondasi utama stabilitas demokrasi dan supremasi hukum.
Kunjungan mendadak ini, meskipun secara resmi dinyatakan sebagai agenda kerja biasa, tetap memiliki makna simbolik.
Kehadiran langsung Jaksa Agung di daerah pasca dinamika internal dapat dimaknai sebagai bentuk pengawasan dan konsolidasi organisasi.
Dalam perspektif kelembagaan, langkah tersebut lazim dilakukan guna memastikan roda institusi tetap berjalan sesuai prinsip profesionalitas, integritas, dan independensi.
Usai mengantar keberangkatan Jaksa Agung, Kepala Kejari Deli Serdang, Sapta Putra, sempat terlihat berdiri di depan pintu kantor.
Namun ketika sejumlah wartawan mencoba meminta klarifikasi, ia memilih kembali ke ruangannya tanpa memberikan pernyataan.
Sikap itu semakin menambah ruang tanda tanya di ruang publik.
Dalam etika jurnalistik, praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi.
Tidak ada pernyataan resmi yang mengaitkan kunjungan tersebut dengan dugaan pelanggaran tertentu.
Namun ruang transparansi tetap menjadi kebutuhan bersama, demi menjaga marwah institusi penegak hukum di mata masyarakat.
Di tengah senja yang perlahan berubah menjadi malam, iring-iringan kendaraan Jaksa Agung meninggalkan halaman kantor.
Kunjungan itu usai dalam waktu kurang dari satu jam.
Tetapi resonansinya belum sepenuhnya reda.
Publik kini menanti satu hal sederhana namun fundamental: keterbukaan. Sebab di negara hukum, cahaya transparansi adalah penjaga utama kepercayaan.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)










