Kamis | 26 Februari 2026 | Pukul | 11:20 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta Pusat | Berita Terkini — Di tengah tantangan industri energi global yang kian kompleks, kabar menggembirakan datang dari jantung operasi gas nasional di Sumatera Selatan.
SKK Migas melaporkan capaian signifikan dari kegiatan perawatan sumur (well service) yang dilakukan oleh PT Medco E&P Grissik Ltd di Sumur Suban-14, wilayah kerja Blok Corridor.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam keterangannya pada Kamis (26/2/2026), menyampaikan bahwa Sumur Suban-14 yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil mencatatkan lonjakan produksi melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Perforasi dan Acidizing: Strategi Presisi Tanpa Rig Besar
Kegiatan well service di Sumur Suban-14 dimulai pada 4 Februari 2026 dan tuntas pada 24 Februari 2026.
Rangkaian pekerjaan mencakup perforasi serta stimulasi sumur melalui pemompaan asam (acidizing) dengan memanfaatkan teknologi Coiled Tubing Unit (CTU).
Menariknya, seluruh proses dilakukan secara rigless—tanpa menggunakan rig besar—yang berdampak langsung pada efisiensi waktu dan biaya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa optimalisasi sumur eksisting tidak selalu menuntut investasi masif, melainkan presisi strategi dan ketepatan eksekusi.
“Alhamdulillah, pekerjaan perforasi dan stimulasi sumur Suban-14 telah selesai dengan baik.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perforasi hingga flow test, berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Djoko.
Hasil flow test memperlihatkan capaian yang melampaui ekspektasi.
Jika sebelumnya Sumur Suban-14 hanya memproduksikan 25 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day), kini produksinya meningkat menjadi 30,5 MMSCFD.
Dengan demikian, terdapat kenaikan aktual sebesar 5,5 MMSCFD—melewati target awal sebesar 5 MMSCFD.
“Capaian ini bukan hanya memenuhi target, tetapi melampauinya.
Kenaikan 5,5 MMSCFD ini menjadi bukti bahwa strategi well service yang tepat mampu memberikan dampak langsung terhadap optimalisasi produksi,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran: Realisasi 73,31 Persen dari AFE
Selain keberhasilan teknis, aspek efisiensi biaya menjadi catatan penting dalam proyek ini.
Berdasarkan estimasi lapangan, realisasi anggaran yang digunakan baru mencapai 73,31 persen dari nilai AFE (Authorization for Expenditure) yang telah disetujui.
Artinya, proyek ini tidak hanya berhasil meningkatkan produksi, tetapi juga menunjukkan tata kelola biaya yang disiplin dan akuntabel.
Dalam konteks industri hulu migas yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi global, efisiensi semacam ini menjadi indikator penting daya saing nasional.
Djoko menilai kombinasi antara keberhasilan teknis dan pengendalian biaya tersebut layak dijadikan model replikasi untuk sumur-sumur lain.
“Kami berharap keberhasilan perforasi dan acidizing di Suban-14 ini dapat menjadi referensi untuk pekerjaan serupa di sumur-sumur lainnya.
Ini menjadi energi positif untuk meningkatkan optimisme industri hulu migas nasional,” ujarnya.
Blok Corridor dan Kontribusi Strategis Nasional
Sumur Suban-14 berada di Blok Corridor, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan—salah satu kontributor penting produksi gas nasional.
Tambahan produksi 5,5 MMSCFD dinilai akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi gas bumi nasional pada 2026, terutama dalam menjaga lifting tetap stabil di tengah dinamika transisi energi.
Kenaikan produksi dari sumur eksisting seperti Suban-14 menunjukkan bahwa potensi dalam negeri masih dapat dioptimalkan melalui pendekatan teknologi yang tepat.
Hal ini menjadi relevan ketika eksplorasi wilayah baru menghadapi tantangan investasi dan risiko yang tidak kecil.
Optimisme Ketahanan Energi
Di akhir laporannya, Djoko menyampaikan nada optimistis seraya memohon dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mohon doa agar keberhasilan ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan produksi gas nasional tahun 2026.
Semoga ikhtiar bersama ini membawa hasil terbaik bagi ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya.
Keberhasilan Sumur Suban-14 menjadi sinyal kuat bahwa optimalisasi sumur eksisting melalui inovasi teknologi dan eksekusi disiplin tetap menjadi salah satu kunci menjaga daya saing sektor hulu migas nasional.
Di tengah ketidakpastian pasar energi global, capaian ini menghadirkan harapan: bahwa dengan strategi tepat dan kolaborasi solid, kedaulatan energi bukan sekadar wacana, melainkan ikhtiar yang terus diperjuangkan dengan hasil nyata.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)
