Kamis | 5 Maret 2026 | Pukul | 22:45 | WIB
Mediapatriot.co.id | Pyongyang | Berita Terkini – Ketegangan geopolitik global kembali menemukan episentrumnya di Semenanjung Korea.
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, menunjukkan kepuasan tersendiri setelah negaranya melakukan uji coba kapal perang yang dilengkapi dengan peluncuran rudal jelajah.
Uji coba tersebut menandai langkah baru dalam strategi militer Pyongyang untuk memperkuat kekuatan Angkatan Lautnya dengan persenjataan nuklir.
Laporan resmi dari kantor berita negara, Korean Central News Agency (KCNA), menyebutkan bahwa uji coba militer ini dilakukan pada Selasa (3/3/2026) dan berlangsung di hadapan langsung Kim Jong Un.
Ia menginspeksi kapal perang kelas “Choe Hyon”, salah satu dari dua kapal yang diluncurkan Korea Utara pada tahun lalu.
Dalam kunjungannya tersebut, Kim tidak hanya memantau kesiapan tempur kapal, tetapi juga mengawasi peluncuran rudal jelajah jenis laut-ke-permukaan yang diklaim berhasil mengenai target dengan presisi tinggi.
Uji coba itu disebut sebagai bagian dari langkah strategis Korea Utara untuk meningkatkan kemampuan deterrence atau daya tangkal militernya di kawasan.
Ambisi Nuklir di Lautan
Dalam pernyataan yang disiarkan KCNA, Kim Jong Un menegaskan bahwa program mempersenjatai Angkatan Laut Korea Utara dengan senjata nuklir menunjukkan perkembangan signifikan.
Menurutnya, langkah ini merupakan tonggak baru dalam sejarah pertahanan negaranya, terutama dalam menjaga kedaulatan maritim dari ancaman eksternal.
“Mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir menunjukkan kemajuan yang memuaskan,” ujar Kim sebagaimana dikutip KCNA.
Lebih jauh, Kim menyebut capaian tersebut sebagai perubahan strategis yang belum pernah dicapai negaranya dalam lebih dari setengah abad.
“Semua keberhasilan ini merupakan perubahan radikal dalam mempertahankan kedaulatan maritim kita, sesuatu yang belum kita capai selama setengah abad,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pyongyang kini tidak hanya fokus pada kekuatan nuklir berbasis darat, tetapi juga memperluasnya ke domain laut sebagai bagian dari doktrin pertahanan berlapis.
Momentum Ketegangan Global
Uji coba ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas akibat serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang menggempur sejumlah target di wilayah Israel dan beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Situasi ini menambah kekhawatiran komunitas internasional mengenai potensi eskalasi konflik berskala lebih luas.
Di tengah dinamika geopolitik yang memanas tersebut, langkah Korea Utara memperkuat armada lautnya dengan kemampuan nuklir dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Pyongyang tidak ingin tertinggal dalam percaturan kekuatan militer global.
Strategi Jangka Panjang Rezim Pyongyang
Uji coba militer ini juga dilakukan tidak lama setelah Kim Jong Un memimpin kongres lima tahunan Partai Buruh Korea, yakni Workers’ Party of Korea.
Dalam forum politik terbesar di negara itu, Kim menegaskan kembali arah pembangunan militer Korea Utara dalam lima tahun ke depan.
Ia menegaskan bahwa negaranya akan merespons setiap ancaman eksternal dengan tindakan tegas, termasuk memperkuat sistem persenjataan strategis yang mampu memberikan efek gentar bagi lawan.
Langkah memodernisasi Angkatan Laut dengan kemampuan nuklir menjadi bagian dari strategi tersebut.
Dengan demikian, Korea Utara berupaya menciptakan kemampuan serangan balasan dari berbagai platform—darat, udara, maupun laut—yang dikenal sebagai strategi “triad nuklir”.
Kekhawatiran Internasional
Pengembangan kemampuan nuklir Korea Utara di laut tentu saja menambah kekhawatiran komunitas internasional.
Para analis keamanan menilai bahwa jika Pyongyang berhasil mengintegrasikan hulu ledak nuklir dengan kapal perang atau kapal selam, maka kemampuan serangan mendadak negara tersebut akan meningkat secara signifikan.
Hal ini berpotensi mengubah peta keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Timur, yang selama ini sudah diwarnai ketegangan antara Korea Utara dengan negara-negara sekutu Amerika Serikat seperti Jepang dan Korea Selatan.
Di tengah meningkatnya rivalitas global dan konflik regional yang belum mereda, senyum Kim Jong Un saat menyaksikan uji coba tersebut seolah menjadi simbol dari ambisi militer Korea Utara yang terus bergerak maju—sebuah pesan yang menggema jauh melampaui perairan Pyongyang dan menimbulkan pertanyaan besar bagi stabilitas keamanan dunia.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)


Komentar ditutup.