Jum’at | 6 Maret 2026 | Pukul | 11:20 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Langit malam di kota Tel Aviv berubah menjadi medan ketegangan ketika gelombang rudal yang diluncurkan dari Iran menghantam wilayah Israel tengah.
Dentuman keras yang menggema di berbagai sudut kota memicu kepanikan warga dan memaksa petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah bangunan di kawasan permukiman dekat pusat komersial.
Serangan yang terjadi pada Kamis malam (5/3/2026) itu menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang kian memanas antara Israel dan kelompok militan di kawasan.
Ketegangan meningkat drastis setelah Israel memperluas operasi militernya terhadap Hezbollah, kelompok bersenjata yang selama ini mendapat dukungan dari Teheran.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut ditembakkan langsung ke “sasaran strategis di jantung Tel Aviv”. Sementara itu militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara mereka segera diaktifkan untuk mencegat proyektil yang meluncur menuju wilayah padat penduduk tersebut.
Ledakan Beruntun Mengguncang Kota
Wartawan AFP yang berada di Tel Aviv melaporkan dua gelombang ledakan besar terdengar hampir bersamaan, mengguncang bangunan dan memicu kepanikan warga yang bergegas mencari perlindungan di tempat aman.
Di langit kota Netanya, yang terletak di utara Tel Aviv di pesisir Mediterania, jejak cahaya roket terlihat membelah malam.
Kilatan tersebut menjadi penanda betapa seriusnya situasi keamanan di wilayah tersebut.
Meski demikian, layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (MDA), menyampaikan bahwa tim mereka telah memeriksa beberapa lokasi yang dilaporkan terdampak serangan.
Hingga laporan terakhir, belum ditemukan korban jiwa.
“Kami menerima sejumlah laporan mengenai lokasi yang terdampak, namun sejauh ini tidak ada korban luka yang dilaporkan,” ujar perwakilan MDA.
Bangunan Rusak, Warga Mengungsi
Polisi Israel mengonfirmasi bahwa beberapa proyektil jatuh di wilayah Israel tengah dan menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Salah satu rudal dilaporkan menghantam sebuah bangunan di pinggiran Tel Aviv, memaksa penghuni segera dievakuasi demi keselamatan.
Di kawasan permukiman lain yang berada dekat pusat ekonomi Israel, puing-puing dari roket yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara jatuh dan memicu kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran bekerja keras memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Situasi ini menambah panjang daftar ketegangan di kawasan yang sejak lama menjadi episentrum konflik geopolitik global.
Peringatan Serangan di Perbatasan Lebanon
Sementara itu, Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel mengeluarkan sejumlah peringatan serangan roket pada Jumat pagi untuk komunitas yang berada di dekat perbatasan Lebanon.
Peringatan tersebut menandakan bahwa ancaman serangan masih berpotensi berlanjut, terutama karena keterlibatan Hezbollah yang selama ini memiliki basis kuat di wilayah Lebanon selatan.
Para analis keamanan menilai serangan terbaru ini merupakan sinyal bahwa konflik regional berpotensi meluas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi internasional.
Timur Tengah di Persimpangan Berbahaya
Ketegangan memuncak setelah kabar terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam eskalasi konflik sebelumnya.
Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan di Iran dan sekutunya di kawasan.
Di tengah situasi yang semakin tidak menentu, dunia internasional kini menaruh perhatian serius terhadap perkembangan konflik tersebut.
Banyak pihak khawatir bahwa benturan langsung antara Iran dan Israel dapat memicu konflik yang jauh lebih luas di Timur Tengah.
Bagi warga sipil di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya, malam yang diterangi kilatan rudal itu menjadi pengingat pahit bahwa ketegangan geopolitik dapat sewaktu-waktu berubah menjadi ancaman nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Di tengah sirene peringatan yang meraung dan asap yang masih mengepul dari bangunan yang rusak, harapan akan perdamaian kembali diuji oleh kerasnya realitas konflik di kawasan paling sensitif di dunia.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)


Komentar ditutup.