Sabtu | 7 Maret 2026 | Pukul | 17:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Banda Aceh | Berita Terkini – Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti halaman megah Masjid Raya Baiturrahman ketika ribuan masyarakat berkumpul untuk berbuka puasa bersama pada Jumat (6/3/2026).
Momentum sakral ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan simbol kuat persatuan antara pemerintah dan rakyat dalam keberkahan bulan suci Ramadhan.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, hadir bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Aceh.
Acara ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Aceh Ramadhan Festival dan peringatan malam Nuzulul Qur’an yang sarat makna spiritual bagi umat Islam.
Sejak sore hari, halaman masjid yang menjadi ikon sejarah dan kebanggaan masyarakat Aceh tersebut telah dipadati warga dari berbagai penjuru daerah.
Mereka datang dengan penuh antusias, membawa semangat kebersamaan yang kental di bulan Ramadhan.
Pemerintah Aceh menyiapkan sekitar 5.000 porsi makanan berbuka untuk masyarakat yang hadir.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema di pelataran masjid menambah kekhidmatan suasana.
Menjelang waktu berbuka, hamparan hidangan sederhana namun penuh berkah tersaji rapi, menjadi simbol kesederhanaan sekaligus kemuliaan tradisi berbagi di Serambi Mekkah.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah, Kajati Aceh Yudi Triadi, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, serta para ulama, bupati, dan wali kota dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Kehadiran para pejabat pusat dan daerah di tengah ribuan masyarakat mencerminkan wajah pemerintahan yang ingin lebih dekat dengan rakyat.
Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa momentum Ramadhan harus dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan empati dan kepedulian. Kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa pemerintah hadir untuk rakyat, dan rakyat adalah kekuatan utama dalam membangun bangsa,” ujar Gus Ipul.
Hal senada juga tercermin dari kehadiran Mendagri Tito Karnavian yang turut berbaur dengan masyarakat tanpa sekat.
Kehadirannya memperlihatkan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga keharmonisan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Ketika azan magrib berkumandang, ribuan jamaah serentak menundukkan kepala, memanjatkan doa syukur sebelum menyantap hidangan berbuka.
Momen tersebut menjadi potret spiritual yang kuat: pemimpin dan rakyat duduk bersama, berbagi makanan, dan merasakan keberkahan Ramadhan dalam satu kebersamaan yang tulus.
Usai berbuka puasa, para pejabat pusat dan daerah bersama masyarakat melanjutkan ibadah shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di dalam Masjid Raya Baiturrahman.
Cahaya lampu masjid yang memantul pada kubah-kubah putihnya menghadirkan suasana religius yang menenangkan.
Bagi masyarakat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar tempat ibadah.
Ia adalah simbol keteguhan iman, saksi sejarah perjuangan, serta pusat spiritual yang menyatukan umat dalam berbagai peristiwa penting.
Penutupan Aceh Ramadhan Festival melalui kegiatan buka puasa bersama ini menjadi pesan moral yang kuat:
bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang membangun solidaritas sosial, memperkuat ukhuwah, dan merawat harmoni antara pemimpin dan rakyat.
Di tengah gemuruh dunia yang sering diwarnai perpecahan, Aceh pada malam itu menunjukkan wajah Islam yang damai—Islam yang mempersatukan, menguatkan, dan menghadirkan harapan bagi masa depan bangsa.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)

