Halmahera Timur — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mulai mematangkan arah pembangunan daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Halmahera Timur, Drs. Ubaid Yakub, MPA, pada Senin (9/3/2026), dengan pusat pelaksanaan di tiga kecamatan sekaligus, yakni Wasile Selatan, Wasile, dan Wasile Timur.
Musrenbang ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI dan Polri, pemerintah kecamatan, para kepala desa, hingga tokoh masyarakat yang turut menyampaikan berbagai usulan pembangunan dari wilayah masing-masing.
Dalam sambutannya, Bupati Ubaid Yakub menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Halmahera Timur harus dirancang secara menyeluruh dan saling terhubung antarwilayah. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan secara parsial hanya akan menghasilkan dampak terbatas bagi masyarakat.
Ia menilai konektivitas antarwilayah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, karena mobilitas barang dan masyarakat akan semakin lancar.
“Pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai satu kesatuan yang terintegrasi. Tidak bisa hanya fokus pada satu titik, tetapi harus menghubungkan semua wilayah agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Ubaid juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas masyarakat yang mampu memanfaatkan peluang pembangunan.
Menurutnya, pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi fondasi penting agar warga dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh bangunan atau jalan yang megah, tetapi juga oleh kualitas masyarakatnya. SDM yang baik akan mampu membawa daerah ini berkembang lebih cepat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Richfat, S.T., M.T., menjelaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan bagian penting dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.
Ia menyebut forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan secara langsung melalui mekanisme perencanaan dari bawah ke atas atau bottom-up planning.
Usulan yang disampaikan dalam Musrenbang kecamatan nantinya akan dihimpun sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Halmahera Timur Tahun Anggaran 2027.
“Semua usulan dari desa dan masyarakat akan kami rangkum sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang terarah. Kami ingin memastikan setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelas Ricky.
Melalui forum Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap tercipta sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan di Halmahera Timur diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

