Penulis : Maskur Tutu
Takalar, MediaPATRIOT.CO.ID – Program “Takalar Cepat” merupakan program unggulan pemerintah Kabupaten Takalar yang diluncurkan oleh Pemimpin Takalar Daeng Manye – Hengky Yasin untuk mempercepat pelayanan publik, respon keluhan dan transparansi Pemerintahan melalui Visi “Takalar Maju dan Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital” sebagai prioritas utama mencakup transformasi digital, peningkatan ekonomi kreatif/UMKM, Pembangunan Infrastruktur, Optimalisasi hasil laut/pertanian,serta peningkatan pelayanan publik melalui teknologi, seakan hanya merupakan program sejuta pencitraan belaka dalam mendoktrin fikiran jernih masyarakat Takalar yang seharusnya Peduli terhadap keluhan masyarakat tetapi justru berbanding terbalik yang alih alih hanya terkesan diam dan tanggap respon sangat lambat.
Mengacu kepada salah satu Kelurahan yakni Bulukunyi Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Daerah ini Merupakan pemegang rekor pelunasan tercepat PBB-P2 dari beberapa tahun terakhir se-Kabupaten Takalar, dengan itu Fungsi Pajak seakan tidak sejalan dengan alat pengatur kebijakan ekonomi, menjaga stabilitas ekonomi, memeratakan pendapatan serta berkontribusi untuk membiayai pembangunan infrastruktur guna kemakmuran.
Kondisi Infrastruktur Urgent Kelurahan Bulukunyi Saat Ini :
- Jalan Poros Kecamatan Rusak Parah (Depan Pasar Bukukunyi – Batas Su’rulangi)
- Jembatan Makammu Rusak Porak Poranda (Akses Konektivitas Pertanian dan Pemukiman Bulukunyi – Moncongkomba – Cakura
Bercermin kepada salah satu infrastruktur yang sangat memprihatinkan yakni Jembatan Makammu, Rintihan dan Tangisan masyarakat senantiasa terlahir di jembatan yang memiliki panjang sekitar kurang lebih 50 Meter tersebut, dari bentuk upaya rintihan protes kepada pemerintah maupun tangisan yang terkadang melukai pengendara adalah PR serius untuk pemimpin Takalar Daeng Manye – Hengky Yasin di Kelurahan yang setiap tahunnya tertib membayar Pajak Bumi Bangunan.
“Ketika membayar pajak kami paling terdepan, Kalau ada keluhan pembangunan untuk masyarakat umum sama sekali tidak ada respon, kami juga butuh pemerataan pembangunan, Contoh Jembatan Makammu dan Jalan Poros Bulukunyi sudah bertahun tahun rusak parah tidak ada respon baik sama sekali dari pemerintah Kabupaten meskipun tiap tahun kami usulkan dalam musrembang Kelurahan dan Kecamatan”, Kesal Warga Inisial NS, Selasa (10/03/2026)
Menambahkan “Program Takalar Cepat” mungkin hanya pencitraan saja, seharusnya “Takalar Lambat”, serta setiap momentum acara pemimpin Takalar yang terkenal dengan sorak sorai ” Tempa Tempa Rong” seharusnya diganti dengan Sorakan “Lammaya”, tutup NS dengan nada kesal terhadap pemimpin dan penentu kebijakan Pemerintah.

