27 Tahun Bertahan di Gubuk Beratap Ilalang, Edi Sumiran dan Nuraini Terlupakan dari Data Kemiskinan Desa di Langkat

Rabu | 11 Maret 2026 | Pukul | 13:00 | WIB

Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Di sudut sunyi Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berdiri sebuah gubuk sederhana yang jauh dari kata layak huni.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang mulai rapuh, sementara atapnya hanya ditutupi ilalang kering yang sewaktu-waktu bisa roboh diterpa angin dan hujan.

Di tempat inilah pasangan lanjut usia, Edi Sumiran (75) dan istrinya Nuraini (65), menghabiskan hari-hari mereka selama hampir tiga dekade terakhir.

Selama 27 tahun, keduanya bertahan hidup dalam keterbatasan yang nyaris tak terbayangkan.

Tanpa lantai permanen, tanpa tempat tidur layak, dan hanya beralaskan tikar lusuh yang menjadi saksi perjalanan hidup mereka yang penuh kesabaran.

Foto Pasutri Lansia Edi Sumiran dan Istri Nuraini Di Rumah Reot Tak Berdinding

Kondisi memilukan itu terungkap pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar pukul 12.39 WIB, saat tim Mediapatriot.co.id mendatangi lokasi kediaman mereka di Desa Tebing Tanjung Selamat.

Bertahan di Tanah Orang, Beratap Ilalang

Gubuk yang ditempati Edi Sumiran dan Nuraini bukanlah milik mereka sendiri. Bangunan sederhana tersebut berdiri di atas tanah milik seorang warga bernama Pak Jamin, yang selama ini memberikan izin bagi mereka untuk tinggal.

Kondisi rumah itu jauh dari standar kelayakan tempat tinggal.

Atap ilalang yang mulai lapuk memperlihatkan celah-celah besar yang memungkinkan air hujan masuk dengan mudah.

Foto Kondisi Tempat Untuk Tidur Pasangan Edi sumiran dan Nuraini Lansia

Perabot rumah tangga yang ada pun sangat terbatas.

Di bagian dapur, hanya terdapat beberapa peralatan memasak sederhana yang sudah tua dan berkarat.

Di bagian dalam gubuk, tikar tipis menjadi alas tidur pasangan lansia tersebut.

Beberapa pakaian digantung seadanya di tiang bambu yang juga berfungsi sebagai penyangga bangunan.

Meski hidup dalam keterbatasan, Edi Sumiran dan Nuraini tetap menjalani hari-hari mereka dengan penuh kesabaran.

Tak Pernah Tersentuh Pendataan Kemiskinan

Yang lebih memprihatinkan, menurut pengakuan Edi Sumiran kepada Mediapatriot.co.id, selama ini mereka tidak pernah tercatat dalam pendataan kemiskinan desa maupun menerima bantuan yang bersumber dari program pemerintah.

Foto Kondisi Tempat Pakaian Pasutri Lansia Edi Sumiran dan Nuraini

“Sampai sekarang kami tidak pernah didata terkait bantuan atau program dana desa,” ungkap Edi dengan nada lirih.

Pernyataan tersebut tentu menjadi ironi di tengah berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pasangan tersebut hanya bergantung pada bantuan seadanya dari keluarga dan pekerjaan serabutan yang dilakukan anak-anak mereka.

Foto kondisi Dapur Yang jauh Dari kelayakan

Anak Bekerja Serabutan

Edi Sumiran dan Nuraini memiliki dua orang anak, yakni Suryadi Syah (40) dan Muhammad Amin (30).

Namun kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat kedua anak mereka juga harus berjuang dengan pekerjaan yang tidak menentu.

Keduanya bekerja secara serabutan, tanpa penghasilan tetap yang dapat menjamin kehidupan keluarga secara layak.

Situasi tersebut membuat kondisi ekonomi keluarga ini semakin terhimpit.

Penghasilan yang tidak menentu seringkali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Foto Kondisi Kamar Mandi

Potret Nyata Kemiskinan yang Terlupakan

Kisah hidup Edi Sumiran dan Nuraini menjadi potret nyata bahwa masih ada warga yang luput dari perhatian sistem pendataan sosial di tingkat desa.

Padahal, berbagai program pemerintah seperti bantuan sosial, rumah layak huni, hingga program pengentasan kemiskinan seharusnya dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Keberadaan pasangan lansia ini seharusnya menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.

Harapan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat

Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Langkat.

Permohonan pun disampaikan kepada Bupati Langkat, Syah Afandin, agar dapat memberikan perhatian dan langkah nyata terhadap kondisi yang dialami pasangan lansia tersebut.

Bantuan berupa rumah layak huni, pendataan bantuan sosial, serta perlindungan bagi warga lanjut usia diharapkan dapat segera direalisasikan demi meringankan beban hidup mereka.

Mengetuk Nurani Kemanusiaan
Kisah Edi Sumiran dan Nuraini bukan sekadar cerita tentang kemiskinan.

Ia adalah cermin yang mengingatkan bahwa di balik geliat pembangunan, masih ada warga yang menjalani hidup dalam kesunyian dan keterbatasan.

Di usia senja yang seharusnya menjadi masa menikmati ketenangan hidup, pasangan ini justru masih harus bergulat dengan kerasnya realitas kehidupan.

Kini, harapan mereka sederhana: memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan kehidupan yang sedikit lebih manusiawi.

Semoga kisah ini tidak berhenti sebagai berita semata, melainkan menjadi panggilan kemanusiaan bagi semua pihak untuk hadir memberikan solusi.

Sebab di balik gubuk beratap ilalang itu, ada dua insan lanjut usia yang selama puluhan tahun bertahan dalam sunyi—menunggu uluran tangan dan perhatian yang selama ini belum pernah datang.

(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id