Sabtu | 14 Maret 2026 | Pukul | 08:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Di sebuah sudut sunyi Dusun IV Tambak Rejo, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, harapan kembali menyala di tengah keterbatasan hidup yang telah lama membelenggu pasangan lansia Edi Sumiran (75) dan istrinya, Nuraini.
Pada Jumat pagi (13/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, kediaman sederhana yang berdiri dengan kondisi memprihatinkan itu kedatangan tamu yang tak biasa.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumatera Utara, Johan Wiryawan Bangun, menyempatkan diri datang langsung untuk melihat kondisi kehidupan pasangan lansia tersebut.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda formal.
Di tengah padatnya aktivitas sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, Johan hadir dengan empati dan kepedulian yang tulus terhadap kondisi masyarakat kecil yang hidup dalam keterbatasan.
Ketika memasuki rumah sederhana milik Edi Sumiran yang beratap ilalang dan berdinding seadanya, Johan terlihat terdiam sejenak.
Wajahnya memancarkan keharuan.
Realitas kehidupan yang dihadapi pasangan lansia itu seakan menjadi potret nyata masih adanya masyarakat yang bertahan hidup dalam kesederhanaan ekstrem.
Edi Sumiran dan Nuraini telah bertahun-tahun menjalani kehidupan yang penuh perjuangan.
Dengan usia yang tak lagi muda, keduanya tetap berusaha bertahan dari keterbatasan ekonomi yang melilit kehidupan mereka.
Melihat kondisi tersebut, Johan Wiryawan Bangun mengaku sangat tersentuh.
Baginya, kehadiran seorang wakil rakyat harus mampu merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling rentan.
Dalam kunjungan tersebut, Johan tidak datang dengan tangan kosong.
Ia memberikan santunan berupa berbagai kebutuhan pokok untuk membantu meringankan beban hidup pasangan lansia tersebut, terlebih di bulan suci Ramadhan.
Bantuan yang diberikan di antaranya dua goni beras, tiga papan telur, gula, minyak goreng, mie instan, lampu otomatis untuk penerangan rumah, pakaian, serta sejumlah uang tunai.
Santunan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pasangan lansia tersebut yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Suasana haru pun tak terhindarkan. Edi Sumiran dan Nuraini tampak menahan air mata ketika menerima bantuan tersebut.
Dengan mata berkaca-kaca, pasangan lansia itu mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Johan yang telah peduli dengan kondisi kami.
Kami tidak menyangka beliau datang langsung melihat keadaan kami,” ujar Edi Sumiran dengan suara bergetar.
Bagi mereka, perhatian tersebut bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih ada kepedulian terhadap masyarakat kecil yang sering kali luput dari perhatian.
Kehadiran Johan Wiryawan Bangun di tengah kehidupan masyarakat kecil ini juga mendapat apresiasi dari warga sekitar.
Salah Satu Tokoh Masyarakat Langkat , Jumingan yang akrab disapa Acong, menyebut sosok Johan bukanlah figur yang asing bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, kepedulian terhadap warga kurang mampu telah lama menjadi bagian dari sikap pribadi politisi tersebut.
“Pak Johan memang sudah tidak asing bagi kami.
Beliau selalu loyal dan peduli dengan masyarakat yang tidak mampu. Kehadirannya hari ini menunjukkan bahwa beliau benar-benar memperhatikan kondisi warga,” ungkap Jumingan Sabtu (14/3/2026)
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi refleksi penting bahwa di balik geliat pembangunan dan berbagai program sosial pemerintah, masih ada masyarakat yang hidup dalam kesederhanaan yang membutuhkan perhatian nyata.
Di tengah bulan Ramadhan yang sarat dengan nilai kepedulian dan solidaritas sosial, langkah kecil seperti yang dilakukan Johan Wiryawan Bangun menjadi simbol bahwa empati sosial tetap memiliki tempat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bagi Edi Sumiran dan Nuraini, kedatangan seorang wakil rakyat ke rumah sederhana mereka bukan sekadar kunjungan biasa.
Di balik gubuk sederhana itu, hadir secercah harapan bahwa perjuangan hidup mereka tidak sepenuhnya berjalan sendiri.
Di tengah sunyi dan keterbatasan, perhatian yang tulus telah menghadirkan harapan baru bagi dua insan lanjut usia yang selama ini bertahan dalam diam.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
