“Langit Timur Tengah Membara: Rudal Sejjil Iran Menghantam, Dunia Menahan Napas di Tengah Bayang-Bayang Perang Besar”

 

Senin | 16 Maret 2026 | Pukul | 23:08 | WIB


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis setelah Angkatan Bersenjata Iran untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik canggih Sejjil dalam serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Peluncuran rudal tersebut menandai fase baru dalam perang yang telah berkecamuk sejak akhir Februari, sekaligus memunculkan kekhawatiran dunia atas potensi meluasnya konflik berskala regional.

Laporan jaringan media internasional Al Jazeera mengungkapkan bahwa rudal Sejjil digunakan Iran untuk pertama kalinya dalam operasi militer balasan terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Penggunaan sistem persenjataan strategis ini dinilai sebagai pesan kuat dari Teheran bahwa mereka siap meningkatkan intensitas konfrontasi jika tekanan militer terus berlanjut.

Rudal Sejjil dikenal sebagai salah satu senjata balistik paling maju yang dimiliki Iran.

Berbeda dengan sebagian rudal generasi sebelumnya yang menggunakan bahan bakar cair, Sejjil mengandalkan bahan bakar padat yang memungkinkan proses peluncuran lebih cepat, mobilitas tinggi, serta lebih sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara lawan.

Gelombang Serangan ke-54 Operasi Balasan Iran

Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa peluncuran rudal tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-54 dalam operasi militer bertajuk “True Promise 4”. Operasi ini disebut sebagai bentuk pembalasan strategis atas serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target yang diklaim berkaitan dengan kepentingan Iran.

Menurut laporan tersebut, sejumlah rudal balistik ditembakkan secara simultan dengan sasaran utama fasilitas militer strategis Israel, termasuk pusat komando dan kendali operasi militer.

Target tersebut dipandang memiliki peran vital dalam koordinasi pertahanan dan operasi militer Israel di kawasan.

Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Mousavi, dalam pernyataannya melalui platform media sosial X mengonfirmasi penggunaan rudal Sejjil dalam gelombang serangan terbaru.

Ia menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari strategi pertahanan Iran untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

IRGC juga mengumumkan bahwa operasi pembalasan tersebut dijalankan dengan kode “Ya Zahra”, sebuah simbol yang dalam tradisi Iran memiliki makna religius dan moral, sekaligus menegaskan bahwa operasi militer tersebut dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi.

Sirene Serangan Udara Menggema di Israel

Di pihak Israel, laporan sejumlah media lokal menyebutkan bahwa sistem peringatan dini pertahanan udara langsung aktif begitu rudal-rudal Iran terdeteksi meluncur menuju wilayah mereka.

Sirene peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi di berbagai wilayah, termasuk ibu kota ekonomi Tel Aviv dan kota pesisir Herzliya.

Bahkan, laporan menyebutkan sedikitnya 141 lokasi di berbagai wilayah Israel mengaktifkan alarm darurat, menandakan skala ancaman yang luas.

Warga di sejumlah kota pun diarahkan menuju bunker dan tempat perlindungan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan langsung.

Meski sistem pertahanan udara Israel yang berlapis dikenal cukup canggih, kehadiran rudal Sejjil menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Para analis militer menilai karakteristik rudal berbahan bakar padat dengan jangkauan jauh tersebut membuat proses intersepsi menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan rudal konvensional.

Arsenal Rudal Strategis Iran Turut Dikerahkan

Selain Sejjil, Iran juga mengerahkan sejumlah sistem rudal balistik lain dalam operasi tersebut.

IRGC menyebut beberapa di antaranya adalah Khorramshahr, Kheybar, Qadr, dan Emad—rangkaian rudal yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan deterensi strategis Iran.

Rudal Khorramshahr, misalnya, dikenal sebagai rudal berat dengan kemampuan membawa hulu ledak ganda.

Sistem ini dirancang untuk meningkatkan daya hancur sekaligus menembus sistem pertahanan udara musuh yang berlapis.

Sementara rudal Qadr dan Emad merupakan pengembangan dari teknologi rudal balistik jarak menengah Iran yang dirancang untuk meningkatkan presisi dan kemampuan manuver pada fase terminal penerbangan.

Penggunaan kombinasi berbagai jenis rudal tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak hanya melakukan serangan simbolik, tetapi juga mencoba menguji kemampuan sistem pertahanan udara Israel secara simultan.

Dunia Internasional Mengamati dengan Cemas

Eskalasi militer terbaru ini membuat komunitas internasional kembali menaruh perhatian serius terhadap konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Para pengamat geopolitik menilai penggunaan rudal strategis seperti Sejjil dapat menjadi titik balik yang berpotensi memperluas konflik melampaui batas negara-negara yang saat ini terlibat langsung.

Jika ketegangan terus meningkat, tidak menutup kemungkinan konflik ini akan menarik lebih banyak aktor regional maupun global ke dalam pusaran krisis keamanan yang lebih luas.

Di tengah situasi yang semakin tidak menentu, banyak pihak menyerukan pentingnya jalur diplomasi untuk meredam eskalasi militer. Namun hingga kini, tanda-tanda de-eskalasi masih belum terlihat jelas.

Bagi masyarakat internasional, peristiwa ini bukan sekadar konflik regional.

Ia menjadi pengingat bahwa stabilitas geopolitik dunia bisa berubah dalam hitungan jam—ketika rudal diluncurkan, sirene berbunyi, dan dunia kembali menahan napas di bawah bayang-bayang perang yang kian membesar.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id