Jakarta, 19 Maret 2026. Momentum Hari Raya Nyepi dimaknai sebagai ajakan memperkuat toleransi dan menjaga keharmonisan antarumat beragama di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H., dalam ucapan resminya menyambut Tahun Baru Saka.
Dengan penuh khidmat, Ronny mengawali pesannya dengan salam “Om Swastiastu” sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang tengah merayakan hari suci Nyepi. Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh umat Hindu di Indonesia yang menjalankan ibadah Catur Brata Penyepian.
Menurutnya, Nyepi bukan sekadar perayaan, melainkan momen sakral untuk melakukan refleksi diri melalui empat pantangan utama, yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Lebih lanjut, Ronny mengajak seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama, untuk turut menjaga suasana hening selama Nyepi berlangsung. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati dengan mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan umat Hindu dalam beribadah.
“Menjaga keheningan bukan hanya tugas umat Hindu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama sebagai wujud toleransi dan penghormatan antar sesama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Dalam pandangannya, perbedaan keyakinan justru menjadi fondasi kokoh dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
“Indonesia kuat karena berbeda; keyakinan masing-masing terjaga tanpa gangguan keamanan,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Ronny menyampaikan harapan agar perayaan Nyepi membawa kedamaian, kejernihan pikiran, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ia juga memanjatkan doa agar Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan rahmat kepada seluruh bangsa.
Ucapan tersebut ditutup dengan doa penuh makna, “Om Santi, Santi, Santi Om,” sebagai simbol harapan akan kedamaian lahir dan batin bagi semua.
Red Tommy Karwur dan Irwan Hasiholan

