Sabtu | 28 Maret 2026 | Pukul | 07:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Di tengah gemerlap dunia hiburan yang kerap dipenuhi sensasi, penyanyi dangdut sekaligus figur publik Wika Salim justru menghadirkan kisah berbeda—lebih dalam, lebih personal, dan menyentuh sisi spiritual.
Dalam sebuah perbincangan santai namun sarat makna, Wika mengungkapkan bahwa sang kekasih, Max Adam, telah memeluk agama Islam atau menjadi mualaf sejak hampir dua tahun terakhir.
Pengakuan tersebut disampaikan Wika saat menjadi bintang tamu dalam kanal YouTube Podkesmas.
Dalam kesempatan itu, ia mengutarakan kegelisahan sekaligus harapan terkait proses ibadah sang kekasih, khususnya dalam menjalankan salat tarawih di bulan Ramadan.
Dengan nada tulus dan penuh empati, Wika menceritakan bahwa Max Adam masih berada dalam tahap belajar.
Ia belum sepenuhnya menguasai bacaan salat, bahkan dalam beberapa kesempatan hanya mengikuti gerakan imam tanpa melafalkan bacaan secara lengkap.
Situasi tersebut menjadi alasan Wika meminta pandangan dari ulama kondang Mamah Dedeh.
“Pacar aku mualaf sudah hampir dua tahun.
Dia kalau tarawih belum nguasai, tapi dia belajar.
Jadi kan tarawih banyak ya salatnya, dia kadang belum lengkap, belum lancar bacaannya, jadi cuma ikuti gerakannya saja, itu gimana?” ujar Wika dalam pernyataan yang dikutip pada Sabtu (28/3/2026).
Pertanyaan tersebut bukan sekadar teknis ibadah, melainkan mencerminkan kepedulian mendalam seorang pasangan terhadap proses spiritual orang yang dicintainya.
Dalam perspektif keagamaan, fase belajar seperti yang dialami Max Adam merupakan bagian dari perjalanan iman yang penuh dinamika, membutuhkan kesabaran, bimbingan, dan lingkungan yang suportif.
Menanggapi hal itu, Mamah Dedeh memberikan nasihat yang menenangkan sekaligus membangun. Ia menekankan bahwa proses belajar dalam beribadah adalah sesuatu yang wajar bagi seorang mualaf.
Selama ada niat dan usaha, setiap langkah kecil memiliki nilai ibadah di sisi Tuhan.
Wika pun mengaku akan menyampaikan nasihat tersebut kepada sang kekasih sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual.
Lebih dari sekadar kisah religi, pengakuan ini juga membuka ruang tentang makna cinta yang melampaui aspek duniawi.
Wika Salim tidak hanya menunjukkan keseriusannya dalam hubungan, tetapi juga kesiapan untuk berjalan bersama dalam perjalanan iman.
Hal ini diperkuat dengan pernyataannya di salah satu program televisi nasional, di mana ia berharap hubungan mereka dapat melangkah ke jenjang yang lebih serius dalam waktu dekat.
“Doain dong tahun ini ya, mudah-mudahan bisa tahun ini,” ungkapnya penuh harap.
Pernyataan tersebut sontak memantik perhatian publik.
Bukan hanya karena sosok Wika sebagai selebritas, tetapi karena narasi yang dihadirkan menyentuh nilai-nilai universal:
Cinta, kesabaran, dan pencarian makna hidup.
Di tengah arus modernitas yang seringkali mengedepankan citra instan, kisah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan spiritual adalah proses yang personal dan tidak instan.
Dukungan dari orang terdekat, seperti yang ditunjukkan Wika Salim, menjadi elemen penting dalam menguatkan langkah seseorang yang sedang meniti jalan baru dalam keyakinannya.
Kisah Wika dan Max Adam pada akhirnya bukan hanya tentang hubungan asmara, melainkan tentang harmoni antara cinta dan iman—dua hal yang, ketika berjalan beriringan, mampu menghadirkan kedalaman makna dalam kehidupan manusia.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)

