Oleh : Kapolsek Tanjung Pura IPTU.MIMPIN GINTING.SH., MH.,
Kamis | 2 April 2026 | Pukul | 12:20 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Semangat kemandirian pangan nasional kembali ditegaskan melalui kegiatan Panen Jagung Kuartal IV yang berlangsung di Kebun Kwala Besilam, Balai Gajah, Desa Kwala Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni panen, melainkan refleksi nyata dari kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional menuju swasembada pangan tahun 2026.
Hadirnya unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi perkebunan menjadi simbol kuat bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab kolektif.
Mewakili Kapolres Langkat, Kapolsek Tanjung Pura IPTU Mimpin Ginting, S.H., M.H. dalam sambutannya menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendorong stabilitas sektor pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, termasuk sektor pertanian, berjalan aman dan produktif.
Panen ini adalah bukti bahwa sinergitas yang dibangun mampu menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menambah khidmat suasana.
Sambutan demi sambutan dari berbagai pihak, termasuk manajemen PT Bahruny, perwakilan Dinas Pertanian, serta GAPKI Sumatera Utara, menegaskan pentingnya keberlanjutan sektor agraria dalam menopang ekonomi daerah.
Doa yang dipimpin oleh Ustadz Nasir menjadi penutup sesi seremoni sebelum para tamu undangan bersama-sama melaksanakan panen jagung di lahan perkebunan.
Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus optimisme akan masa depan pertanian yang lebih mandiri.
Dari hasil panen tersebut, tercatat produksi jagung mencapai sekitar 4 ton.
Angka ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan teknis budidaya, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi petani lokal untuk terus meningkatkan produktivitas.
Kehadiran berbagai pihak seperti perwakilan Dandim 0203 Langkat, BULOG Sumatera Utara, BPS Langkat, UPT KPH I Stabat, serta unsur Forkopimca Padang Tualang memperlihatkan bahwa pembangunan sektor pangan membutuhkan pendekatan terpadu dan berkelanjutan.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan, khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, hingga ketergantungan impor.
Panen jagung di Kwala Besilam ini pun diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Dengan keterlibatan aktif aparat keamanan, pemerintah, dan sektor swasta, cita-cita swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan target realistis yang dapat dicapai bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 11.15 WIB, ditutup dengan sesi foto bersama yang mengabadikan semangat kebersamaan.
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, langkah kecil dari desa seperti ini justru menjadi fondasi besar bagi kedaulatan bangsa.
Dari Kwala Besilam, harapan itu tumbuh—mengakar kuat di tanah sendiri, untuk Indonesia yang lebih mandiri.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
