Jakarta – Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Willem Frans Ansanay, mengajak generasi muda Indonesia Timur untuk tampil sebagai kekuatan utama dalam mendorong perubahan dan mengambil peran strategis sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Seruan tersebut disampaikannya dalam suasana kebersamaan acara buka puasa yang digelar komunitas pemuda Indonesia Timur di Jakarta.
Dalam pandangannya, kawasan Indonesia Timur menyimpan potensi besar, baik dari sisi kekayaan alam maupun kekuatan budaya yang menyatu dengan kehidupan masyarakat. Namun, ia menilai bahwa tantangan terbesar masih terletak pada pemerataan kualitas sumber daya manusia yang hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan akses dan peluang yang sama.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar generasi muda dari kawasan timur tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi pelaku utama pembangunan, baik di daerah maupun di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa sejumlah putra-putri terbaik dari Indonesia Timur yang telah menempati posisi penting di tingkat nasional harus dijadikan inspirasi sekaligus bukti bahwa peluang itu nyata.
Lebih jauh, ia melihat geliat positif dari generasi muda Indonesia Timur yang kini semakin berani menyuarakan realitas sosial, termasuk persoalan ketimpangan dan kemiskinan. Semangat kritis tersebut dinilainya sebagai modal penting dalam membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.
Kehadirannya dalam kegiatan tersebut, kata dia, bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pemuda yang terus berupaya meningkatkan kapasitas diri dan memperluas kontribusi bagi bangsa. Ia juga menekankan pentingnya forum-forum kebersamaan seperti buka puasa dan diskusi sebagai ruang strategis untuk mempererat solidaritas sekaligus memperkuat identitas kolektif Indonesia Timur.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan utama yang tidak dimiliki banyak negara lain. Dengan lebih dari 17.000 pulau serta ragam suku, budaya, dan agama, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh berkat fondasi nilai Pancasila yang menyatukan seluruh elemen bangsa.
Ia pun menyoroti pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan pandangan politik. Menurutnya, narasi diskriminatif terhadap masyarakat Indonesia Timur tidak boleh mendapat ruang, karena berpotensi merusak kohesi nasional dan menghambat kemajuan bersama.
Dalam konteks pembangunan, ia mendorong agar para tokoh dan pejabat asal Indonesia Timur yang telah menduduki posisi strategis di pemerintahan dapat turut memberi perhatian lebih terhadap pembangunan kawasan timur, sehingga tercipta keseimbangan pembangunan nasional.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas dan memberikan dukungan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, demi memastikan arah pembangunan berjalan optimal dan inklusif.
Menutup pernyataannya, Willem Frans Ansanay memberikan apresiasi terhadap komunitas pemuda Indonesia Timur yang dinilainya telah menjadi wadah positif dalam membangun kapasitas generasi muda. Ia juga menyampaikan dukungannya kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai salah satu figur nasional yang dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan dan menjadi inspirasi kepemimpinan.
“Generasi muda Indonesia Timur harus terus diberi ruang untuk tumbuh dan membuktikan diri. Mereka bukan hanya masa depan daerah, tetapi juga masa depan Indonesia,” tegasnya.
Red Irwan Hasiholan

