Senin | 6 April 2026 | Pukul | 07:10 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia ketika tiga prajurit terbaik TNI kembali ke tanah air dalam balutan bendera Merah Putih.
Di ruang VIP Lounge Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, suasana hening bercampur haru menjadi saksi kepulangan terakhir para penjaga perdamaian dunia yang gugur di medan tugas.
Ketiga prajurit tersebut, Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon, menghembuskan napas terakhir saat menjalankan mandat mulia dalam Misi Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).
Mereka menjadi korban dari eskalasi konflik bersenjata di wilayah Lebanon selatan yang kian memanas akibat serangan militer Israel.
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi
persemayaman, didampingi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono serta sejumlah pejabat tinggi negara.
Kehadiran para pemimpin bangsa itu bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan juga penegasan bahwa negara hadir dalam setiap pengorbanan warganya.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan brutal yang merenggut nyawa pasukan penjaga perdamaian.
Ia menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
“Ini adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
Pasukan kita berada di sana untuk menjaga perdamaian dunia, bukan menjadi sasaran konflik,” tegas Prabowo dengan nada penuh emosi.
Kecaman tersebut tidak hanya mencerminkan sikap tegas pemerintah Indonesia, tetapi juga menggema sebagai suara moral di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Indonesia, sebagai salah satu kontributor utama pasukan perdamaian PBB, menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas mutlak sekaligus simbol komitmen terhadap stabilitas dunia.
Tangis keluarga pecah saat peti jenazah disusun rapi dalam prosesi persemayaman.
Pelukan terakhir yang tak terbalas, doa yang lirih, serta tatapan kehilangan menjadi potret nyata harga mahal dari sebuah pengabdian.
Para prajurit yang bertugas berusaha menenangkan keluarga, namun duka yang membuncah tak mudah terbendung.
Setelah prosesi penghormatan terakhir, jenazah ketiga prajurit diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir mereka.
Mayor Zulmi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.
Serka Nur Ikhwan di TMP Giri Dharmolyo II, Magelang. Sementara Kopda Farizal Rhomadhon dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo.
Kepergian mereka bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga luka bagi bangsa.
Di balik seragam loreng yang mereka kenakan, tersimpan dedikasi tanpa pamrih untuk menjaga perdamaian dunia—sebuah tugas yang kini harus dibayar dengan nyawa.
Peristiwa ini kembali membuka mata dunia akan rapuhnya keamanan di wilayah konflik, bahkan bagi pasukan yang berada di bawah mandat internasional.
Indonesia pun didorong untuk mengambil langkah diplomatik lebih tegas guna memastikan perlindungan maksimal bagi pasukan perdamaian di masa mendatang.
Di tengah duka yang mendalam, satu hal yang pasti:
Pengorbanan mereka tidak akan pernah sia-sia.
Nama-nama mereka akan terukir dalam sejarah sebagai penjaga damai yang gugur dengan kehormatan tertinggi.
Dan dari tanah air yang mereka cintai, doa-doa terus mengalir—mengiringi kepergian para pahlawan menuju keabadian.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)

