Rabu | 8 April 2026 | Pukul | 07:35 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang kerap dihadapkan pada keterbatasan sumber daya, hadir sebuah potret keteladanan yang layak menjadi cermin bersama.
Puskesmas Pematang Cengal menunjukkan bahwa integritas bukan sekadar jargon, melainkan nilai hidup yang diimplementasikan secara konsisten dalam setiap denyut pelayanan kepada masyarakat.
Di balik semangat tersebut, berdiri sosok pemimpin yang dikenal tegas namun humanis, Kepala Puskesmas, Bertianna Br. Pandia, S.Tr., Keb.
Kepemimpinannya tidak hanya mengedepankan profesionalitas, tetapi juga menanamkan nilai moral yang kuat kepada seluruh jajaran tenaga kesehatan.
Dalam praktiknya, integritas di lingkungan puskesmas ini tercermin dari komitmen pelayanan tanpa diskriminasi, transparansi dalam tata kelola, serta kedisiplinan yang menjadi budaya kerja.
Bertianna menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Integritas adalah fondasi utama. Tanpa itu, pelayanan hanya akan menjadi rutinitas tanpa makna,” ujarnya dalam sebuah kesempatan, menekankan pentingnya kejujuran dan dedikasi dalam setiap tindakan medis maupun administratif.
Lebih jauh, Puskesmas Pematang Cengal juga aktif melakukan pembenahan internal, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan sistem pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat hubungan emosional antara tenaga kesehatan dan pasien.
Tidak hanya fokus pada pelayanan kuratif, puskesmas ini juga mengedepankan upaya promotif dan preventif.
Edukasi kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan, mencakup berbagai aspek mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga pencegahan penyakit menular.
Di sisi lain, kepemimpinan Bertianna Br. Pandia juga dikenal inklusif.
Ia membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan.
Hal ini menjadi bukti bahwa transparansi bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata yang terus dijaga.
Dalam lanskap pelayanan publik yang seringkali diwarnai berbagai persoalan, kehadiran Puskesmas Pematang Cengal menjadi oase harapan.
Integritas yang dijunjung tinggi telah menjelma menjadi energi kolektif yang menggerakkan seluruh elemen untuk bekerja dengan hati.
Pada akhirnya, kisah ini bukan sekadar tentang sebuah institusi kesehatan, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai luhur dapat hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Bertianna Br. Pandia, integritas tidak lagi memiliki batas—ia menjadi napas dalam setiap pelayanan, dan harapan bagi masa depan kesehatan yang lebih bermartabat.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
