Rabu | 8 April 2026 | Pukul | 09:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Deli Serdang | Sumatera Utara | Berita Terkini — Duka mendalam menyelimuti kawasan perbukitan di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Bencana longsor yang terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam (7/4/2026) merenggut lima nyawa, sementara satu korban lainnya masih berjuang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras tentang rapuhnya kehidupan manusia di tengah ancaman bencana alam yang datang tanpa kompromi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi jumlah korban dalam peristiwa tersebut.
“Ada enam orang (korban), meninggal lima,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Menurut Hery, longsor yang terjadi di kawasan Desa Sembahe itu menimpa sebuah rumah warga yang berada di lereng rawan pergerakan tanah.
Material tanah bercampur batu dan pepohonan menghantam bangunan tanpa memberi kesempatan bagi para penghuni untuk menyelamatkan diri.
Satu korban yang selamat saat ini tengah mendapatkan perawatan medis intensif.
“Korban rumah tertimbun longsor, satu luka-luka dirawat di rumah sakit,” tambahnya.
Di tengah upaya penyelamatan, aparat gabungan bergerak cepat.
Personel dari Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat bahu-membahu melakukan pencarian korban sejak malam kejadian.
Upaya evakuasi dilakukan dalam kondisi medan yang sulit, minim pencahayaan, dan ancaman longsor susulan.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, I Made Parwita, menyampaikan bahwa akses jalan yang sempat tertutup material longsor dan pohon tumbang kini telah kembali normal.
“Sudah dievakuasi, akses jalan kemarin ada pohon tumbang, sudah dibersihkan. Dari semalam sudah normal,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Rantau Isnur Eka, mengungkapkan bahwa bencana ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi cukup lama.
Kondisi tanah yang labil di daerah perbukitan mempercepat terjadinya longsor.
“Sembahe longsor,” ujarnya singkat, menggambarkan situasi darurat yang terjadi di lapangan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa sejak awal kejadian, tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
“Brimob, Basarnas, Polsek, TNI, dan masyarakat dari tadi malam melakukan pencarian korban tertimbun dan juga evakuasi,” ungkapnya.
Bencana ini bukan sekadar angka statistik. Ia adalah cerita tentang keluarga yang kehilangan, tentang rumah yang tak lagi berdiri, dan tentang harapan yang tertimbun bersama tanah basah di lereng Sibolangit.
Peristiwa di Sembahe menjadi refleksi penting bagi semua pihak—baik pemerintah maupun masyarakat—untuk lebih serius dalam mitigasi bencana, terutama di wilayah rawan longsor.
Intensitas hujan yang kian tidak menentu akibat perubahan iklim menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi serta perencanaan tata ruang yang berorientasi pada keselamatan.
Kini, suasana duka menyelimuti Desa Sembahe.
Tangis keluarga korban pecah di antara reruntuhan yang tersisa.
Di balik kabut tipis pegunungan, tersimpan luka mendalam yang akan sulit terhapus oleh waktu.
Bencana ini telah berlalu, namun jejaknya akan terus hidup dalam ingatan—sebagai pengingat bahwa alam, ketika tak lagi bersahabat, mampu merenggut segalanya dalam sekejap.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)

