Ancaman Api Lithium di Era Kendaraan Listrik: FAST Hadirkan Solusi Revolusioner LFK di Giicompec 2026

Judul Halaman

Jakarta, 10 April 2026 — PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi keselamatan berbasis teknologi melalui produk unggulannya Lithium Fire Killer (LFK) dalam ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicompec) di JI-Expo, Jakarta, Jumat (10/04/26).

Usai menghadiri Seminar Kepatuhan, Keselamatan serta Risiko Hukum dalam Transportasi Barang Berbahaya dan Beracun (B3), Founder & CEO FAST, Willy Hadiwijaya, menegaskan bahwa perkembangan kendaraan listrik (EV) menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam penanganan kebakaran baterai lithium yang memiliki karakteristik berbeda dari kebakaran konvensional.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

“Kita harus pahami bahwa baterai lithium memiliki kelas api tersendiri, bahkan kini dikategorikan sebagai kelas L. Api ini tidak membutuhkan oksigen untuk menyala dan mampu mencapai suhu ekstrem hingga 2.000 derajat Celsius,” ujar Willy.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ancaman serius, terutama di kawasan padat seperti gedung bertingkat dengan fasilitas pengisian daya di area basement. Jika tidak ditangani dengan tepat, kebakaran dapat memicu kerusakan struktural hingga runtuhnya bangunan.

Sebagai solusi, FAST menghadirkan inovasi APAR Lithium Fire Killer berbasis water-based chemical, yang dikembangkan khusus untuk menangani kebakaran lithium. Berbeda dengan APAR konvensional berbahan powder, LFK menggunakan formulasi kimia berbasis air yang telah dimodifikasi sehingga mampu memadamkan api lithium tanpa menimbulkan residu berbahaya.

“Air saja tidak cukup, karena baterai lithium tetap bisa menyala bahkan saat dicelupkan ke air. Dibutuhkan formulasi kimia khusus agar efektif sekaligus tetap aman bagi manusia dan lingkungan,” jelas Willy.

Produk ini juga bersifat non-konduktif, sehingga aman digunakan pada sistem kelistrikan, serta telah mengantongi berbagai sertifikasi seperti SNI, TKDN, hingga pengakuan dari sejumlah lembaga nasional. Teknologi LFK bahkan telah digunakan pada sistem pemadam di berbagai instansi strategis, termasuk kapal perang TNI AL dan fasilitas kelistrikan milik PLN.

Lebih jauh, Willy menegaskan bahwa FAST tidak sekadar menjual produk, melainkan menghadirkan solusi menyeluruh berbasis edukasi. Sejak berdiri, perusahaan lebih fokus pada sektor B2B dan institusi pemerintah, dengan pendekatan sistem dan mitigasi risiko kebakaran berbasis teknologi.

“Kami tidak ingin sekadar berdagang. Kami ingin memastikan masyarakat memahami risiko baterai, cara penanganannya, dan bagaimana mencegah potensi bencana. Jika tidak diantisipasi, ini bisa menjadi bom waktu di Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menyoroti semakin luasnya penggunaan baterai, tidak hanya pada kendaraan listrik, tetapi juga di data center, alat berat, hingga industri pertambangan. Hal ini semakin memperbesar urgensi kesiapan sistem proteksi kebakaran yang adaptif dan inovatif.

Melalui kehadiran LFK, FAST berharap dapat menjadi pionir solusi keselamatan kebakaran lithium di Asia Tenggara, sekaligus mendorong kesadaran publik terhadap pentingnya mitigasi risiko di era elektrifikasi

Red Irwan Hasiholan


Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>





Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung