Kota Bekasi, MPN
Jajaran Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beramai-ramai menyatakan sikap menhundurkan diri dari jabatan mereka. Hal ini merupakan buntut dari adanya keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang mencopot jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPP) PPP Kota Bekasi, H Sholihin.
Sikap tegas para pimpinan PAC PPP tingkat kecamatan se-Kota Bekasi ini terjadi pada Minggu (12/4) seusai menggelar musyawarah. Selain menandatangani surat pengunduran diri, mereka juga langsung mencopot seluruh almamater dan atribut partai PPP milik mereka.
Saat diajak berbincang, Ketua PAC PPP Kecamatan Bantargebang, H Misbach Usman, menegaskan alasan pengunduran diri ini sebagai aksi penolakan terhadap keputusan DPP PPP yang mecopot H Sholihin sebagai Ketua DPC PPP Kota Bekasi. “Terbutnya surat keputusan DPP PPP ini begitu mendadak dan kami nilai menyalahi aturan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPP,” tegas H Misbach Usman.
“Tidak ada paksaan, kami semua sepakat mundur jika pihak DPP PPP tidak mencabut kembali surat keputusan tersebut. Kami tidak melihat alasan yang jelas mengapa Pak Sholihin dicopot jabatannya sebagai Ketua DPC PPP Kota Bekasi,” ungkap Misbach.
“Kami tegas membantah jika pak Sholihin dianggap gagal menjalankan tugas membesarkan partai. Sampai saat ini Pak Sholihin merupakan kader terbaik PPP. Beliau berani tampil dalam kontestasi Pilkada Kota Bekasi mendampingi Pak Heri Koswara sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Bekasi, dan ini merupakan langkah politik yang membanggakan bagi kami keluarga besar PPP di Kota Bekasi,” ulas Misbach.
Misbach juga menyebut surat keputusan pencopotan Sholihin ilegal. “Makanya kami sepakat mundur karena tidak ingin menjadi bagian dai produk ilegal,” tegasnya.
Masa bakti Sholihin sebagai Ketua DPC PPP Kota Bekasi berakhir pada November 2026. “Harursnya biarkan saja Pak Sholihin menjalankan tugasnya membesarkan partai sampai habis masa baktinya November 2026, dan ada mekanisme resmi melalui Muscab PPP Kota Bekasi untuk menentukan ketua yang baru,” ungkap Misbach. (Mul)

