Pacitan, mediapatriot.co.id – Respon cepat ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 0801/06 Bandar setelah menerima laporan bencana tanah longsor yang menimpa permukiman warga dan merusak akses jalan utama di Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Rabu (15/4/2026).
Peristiwa longsor tersebut terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Material tanah dari tebing setinggi kurang lebih 6 meter dengan lebar sekitar 10 meter longsor dan menghantam rumah warga serta menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan.
Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Bapak Kirno, warga Dusun Sendi RT 03 RW 13 Desa Bangunsari. Bagian depan rumahnya mengalami kerusakan parah setelah tertimpa material longsoran. Selain itu, rumah milik Panut yang berada di Dusun Tratas RT 002 RW 005 Desa Bandar juga mengalami kerusakan pada bagian dinding samping akibat tertimpa tanah.
Tidak hanya merusak rumah warga, longsor juga mengakibatkan jalan utama penghubung antara Desa Bandar dan Desa Jeruk amblas dengan lebar sekitar 10 meter. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi terganggu, terutama bagi kendaraan besar seperti truk yang untuk sementara tidak dapat melintas.
Dalam kejadian tersebut, sebuah kendaraan yang dikemudikan oleh Sumarno, warga Dusun Bendo RT 03 RW 03 Desa Tumpuk, turut menjadi korban setelah mobilnya terperosok ke area longsoran saat melintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan pengemudi dilaporkan selamat.
Menindaklanjuti laporan dari Ketua RT setempat, aparat gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 0801/06 Bandar, Polsek Bandar, Trantib Kecamatan Bandar, serta perangkat desa langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi sekaligus membantu warga membersihkan material longsor dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Babinsa setempat, Serka Feri, yang berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan mudah longsor.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar tebing atau wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan bencana susulan jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, terutama bagi yang tinggal di dekat tebing dan jurang. Segera laporkan jika ada tanda-tanda pergerakan tanah agar bisa ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Kehadiran Babinsa di tengah situasi darurat ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI AD dalam membantu masyarakat menghadapi bencana. Selain melakukan evakuasi dan pembersihan, aparat juga berperan dalam menjaga keamanan serta memastikan kondisi warga tetap kondusif.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan bencana. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan, terutama dalam membuka kembali akses jalan yang menjadi jalur vital bagi aktivitas warga.
Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur. Warga sekitar juga turut bergotong royong membantu proses evakuasi sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Kehadiran aparat di lokasi tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi warga yang terdampak. Hal ini menunjukkan komitmen TNI AD untuk selalu hadir dalam setiap kondisi, terutama saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
Diharapkan, dengan penanganan cepat dan kerja sama semua pihak, kondisi di wilayah terdampak dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti sediakala.
Reporter: S Diran / mediapatriot.co.id Perwakilan Jawa Timur
