Jum’at | 17 April 2026 | Pukul | 19:40 | WIB
Mediapatriot.co.id Jakarta | Berita Terkini — Di bentangan biru Samudera Hindia yang sarat sejarah pelayaran dunia, sebuah simbol persahabatan kembali berlabuh dengan penuh makna.
Kapal layar kebanggaan bangsa, KRI Bima Suci, bersandar di Port of Colombo, Sri Lanka—sebuah titik strategis maritim yang selama berabad-abad menjadi simpul pertemuan berbagai peradaban dan kekuatan global.
Kehadiran KRI Bima Suci bukan sekadar persinggahan biasa, melainkan bagian dari misi besar bertajuk Operasi Diplomasi ASEAN Plus Cadet Sail.
Dalam perjalanan panjangnya mengarungi samudera, kapal latih milik TNI Angkatan Laut ini membawa pesan damai, memperkuat hubungan antarbangsa, serta meneguhkan peran Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Port of Colombo menjadi saksi bagaimana diplomasi tidak selalu berbicara dalam ruang-ruang formal nan kaku, melainkan juga melalui interaksi hangat antar pelaut, taruna, dan pejabat militer dua negara.
Di tengah nuansa persahabatan yang kental, pertemuan strategis pun digelar di Light House Galley Colombo.
Ketua delegasi TNI AL, Laksamana Pertama TNI Bambang Darmawan, mewakili Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, bersama Commodore Athula Jayaweera selaku Director Naval Operation & Director Naval Foreign Cooperation Sri Lanka Navy, secara resmi menandatangani kesepakatan penting.
Kesepakatan ini menjadi fondasi baru dalam mempererat kerja sama bilateral antara kedua angkatan laut, baik dalam bidang operasi, latihan bersama, maupun pengembangan pendidikan militer.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui perencanaan strategis dalam forum Navy to Navy Talks yang akan dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun, bergantian antara Indonesia dan Sri Lanka.
Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog produktif untuk memperkuat interoperabilitas, pertukaran pengetahuan, serta membangun kepercayaan di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
Diplomasi angkatan laut yang dijalankan melalui pelayaran KRI Bima Suci mencerminkan wajah Indonesia yang mengedepankan kerja sama, stabilitas, dan perdamaian global.
Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya pendekatan profesional dan humanis dalam setiap misi internasional.
Lebih dari sekadar kapal latih, KRI Bima Suci adalah duta bangsa—mengemban nilai sejarah, budaya, dan kehormatan Indonesia di panggung dunia.
Setiap pelabuhan yang disinggahinya bukan hanya menjadi titik geografis, tetapi juga ruang diplomasi yang menghubungkan hati antarbangsa.
Dari Colombo, pelayaran muhibah ini akan berlanjut ke berbagai negara, termasuk Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, hingga Filipina.
Setiap tujuan membawa misi yang sama: mempererat persahabatan, menanamkan rasa saling percaya, dan membangun masa depan maritim yang damai dan berkelanjutan.
Di tengah arus globalisasi dan tantangan geopolitik, langkah KRI Bima Suci menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa tidak hanya terletak pada armada tempurnya, tetapi juga pada kemampuannya merajut hubungan yang harmonis dengan dunia.
Jalesveva Jayamahe—di laut kita jaya.
Sebuah semboyan yang tidak hanya menggema di geladak kapal, tetapi juga hidup dalam setiap denyut diplomasi yang mengalir dari samudera menuju persahabatan antarbangsa.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)
