Kota Bekasi, MPN
Jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Babtargebang, Kota Bekasi, mengadakan kegiatan diskusi santai bertema Sarasehan Bahaya Narloba, Minggu (19/4). Kegiatan yang dibuka Lurah Ciketingudik Usep Sudharma Wijaya ini menyasar kalangan remaja dan pelajar dan melibatkan kalangan tokoh agama setempat sebagai peserta sarasehan.
Hadir sebagai narasumber dalam sarasehan ini, yakni Donny Rahmanto dari Polsek Bantargebang dan Nizma Adam Wibowo selaku Kasi Pemtrantibum Kelurahan Ciketingudik. Sementara para peserta berasal dari kalangan pelajar SMKN 2, SMAN 15, SMA Al Muhajirin, SMPN 31, GP Ansor, MUI Kelurahan Ciketingudik dan Majelis Umat Beragama (MUB) Ciketingudik.
Ajang diskusi santai ini berlangsung interaktif ketika para peserta diberikan waktu untuk bertanya. Beragam pertanyaan pun langsung dijawab dengan kugas oleh para narasumber.
Menurut Ketua LPM Ciketingudik, Salim Samsudin, kegiatan sarasehan ini dilatarbelakangi oleh upaya dan semangat bersama seluruh masyarakat Ciketingudik untuk melindungi para remaja dan pelajar dari ancaman peredaran gelap Narkoba. “Peredaran Narkoba sudah sangat memprihatinkan karena bersifat gerilya dan senyap, nah ini yang harus kita waspadai bersama,” katanya.
Terlebih lagi, lanjut Salim, saat ini marak berita tentang Narkoba yang dikemas ke dalam cairan isi ulang vape dan permen. “Ini jadi alasan kami menggelar sarasehan ini, agar masyarakat termasuk kalangan remaja dan pelajar memahami tentang apa saja jenis Narkoba dan juga bahayanya,” tegas Salim.
Sarasehan ini, sesuai harapan Salim, bisa memberikan edukasi kepada remaja dan pelajar agar terhindar dari lingkaran peredaran gelap Narkoba. “Dengan mengetahui efek negatif dan bahayanya, remaja dan pelajar akan menghindari dan menjauhi diri mereka dari ancaman Narkoba,” jelasnya.
Melalui pemaparannya Donny Rahmanto menjelaskan seluruh jenis Narkoba beserta efek yang dirasakan oleh pemakai. Dia juga mengingatkan bahaya yang dirasakan pemakai Narkoba secara fisik atau mental, ditambah dengan sanksi hukum yang berat.
Sementara itu, Nizma Adam Wibowo menyampaikan upaya yang dilaksanakan pemerintah dalam rangka mencegah peredaran gelap Narkoba. Termasuk melalui kegiatan sosialisasi dalam forum-forum yang digelar di lingkungan masyarakat termasuk melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadinya transaksi Narkoba sesuai laporan dari masyarakat.
Adanya sarasehan ini mendapat respon positif dari Ustadz Saepudin selaku tokoh agama di Ciketingudik. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap peredaran Narkoba,” ungkapnya.
“Untuk mencegah peredaran Narkoba butuh kerjasama, kekompakan, dan sinergitas seluruh stakeholder termasuk kalangan orangtua yang harus memantau pergaulan anak-anak mereka. Ayo kita berani bersama mengatakan tidak pada Narkoba,” pungkasnya. (Mul)
