Senin | 20 April 2026 | Pukul | 15:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Gelombang kekecewaan masyarakat akhirnya memuncak.
Ratusan warga dari Kecamatan Besitang melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Langkat, Stabat, Senin siang (20/4/2026), yang berujung pada perobohan pagar kantor sebagai simbol runtuhnya kepercayaan terhadap sistem distribusi bantuan pasca banjir.
Aksi yang pada awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh ketika emosi massa tak lagi terbendung.
Warga yang merasa diabaikan haknya mulai mendorong pagar hingga akhirnya roboh.

Peristiwa ini menjadi potret nyata bagaimana ketimpangan kebijakan dapat memicu ledakan sosial di tengah masyarakat yang tengah dilanda musibah.
Di bawah pengawalan aparat Satpol PP dan kepolisian, massa tetap melanjutkan aksinya dengan menyuarakan tuntutan secara lantang.
Mereka menilai pemerintah daerah gagal menjalankan prinsip keadilan dalam penyaluran bantuan kepada korban banjir yang melanda wilayah mereka beberapa waktu lalu.
“Kami ini sama-sama korban.
Tapi kenyataannya ada yang tidak menerima bantuan sedikit pun. Sementara yang lain justru mendapatkan lebih.
Di mana keadilannya?”
Ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Aspirasi yang disampaikan warga bukan tanpa dasar.

Sejumlah masyarakat mengaku hingga saat ini belum tersentuh bantuan, baik dalam bentuk logistik maupun dukungan pemulihan pasca bencana.
Kondisi ini memperkuat persepsi adanya ketidakteraturan bahkan dugaan ketidaktransparanan dalam proses distribusi bantuan.
Situasi sempat memanas ketika massa mencoba memasuki area dalam kantor bupati.
Aparat keamanan dengan sigap membentuk barikade guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Upaya persuasif terus dilakukan untuk meredam amarah warga dan menjaga situasi tetap kondusif.

Peristiwa ini tidak sekadar menjadi insiden fisik semata, melainkan juga cerminan dari retaknya hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Dalam konteks tata kelola pemerintahan, distribusi bantuan bencana seharusnya menjadi ruang hadirnya negara secara adil dan merata, bukan justru melahirkan rasa ketidakpercayaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Langkat belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan masyarakat.
Ketiadaan respons ini semakin memperkuat keresahan warga yang berharap adanya klarifikasi sekaligus solusi konkret atas persoalan yang mereka hadapi.
Aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan.
Sementara itu, masyarakat Besitang berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi bantuan agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Di tengah reruntuhan pagar yang menjadi saksi bisu, tersimpan harapan besar masyarakat akan hadirnya keadilan.
Sebab bagi mereka, bantuan bukan sekadar materi, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara terhadap rakyatnya yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

