Halmahera Timur, mediapatriot.co.id – Ubaid Yakub kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berbasis nilai keagamaan saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama Masjid Al-Muhtadin di Desa Wailukum, Jumat (17/04), bersama Sitinur Ubaid dan jajaran pemerintah daerah.
“Kehadiran pemerintah hari ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sarana ibadah yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Ubaid Yakub.
Momentum peletakan batu pertama ini diposisikan sebagai awal dari gerakan kolektif masyarakat dalam membangun ruang ibadah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Masjid ini bukan hanya milik panitia atau pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat yang harus dijaga dan dibangun bersama,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa setiap kontribusi masyarakat memiliki nilai strategis, baik dalam dimensi sosial maupun spiritual.
“Setiap sumbangsih, sekecil apa pun, memiliki arti penting dalam mendukung pembangunan dan kemaslahatan umat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan masjid harus diiringi dengan komitmen untuk memakmurkannya melalui berbagai aktivitas keagamaan.
“Jangan sampai masjid hanya berdiri megah, tetapi sepi dari kegiatan ibadah dan pembinaan umat,” katanya.
Apresiasi disampaikan kepada masyarakat Desa Wailukum, panitia, dan para donatur yang telah memulai pembangunan dengan semangat gotong royong.
“Saya mengapresiasi kebersamaan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen dalam memulai pembangunan ini,” ungkapnya.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara khidmat bersama tokoh agama setempat, menandai dimulainya pembangunan fisik masjid.
“Ini bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi peletakan niat dan harapan besar bagi masa depan spiritual masyarakat,” ujar salah satu tokoh agama.
Ke depan, pemerintah daerah berharap Masjid Al-Muhtadin dapat berkembang menjadi pusat peradaban umat di tingkat desa.
“Masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkas Bupati.
