Kota Bekasi, MPN
Upaya mewujudkan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan yang prima terus dilakukan secara masih oleh pihak UPTD Puskesmas Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penerapan protokol hipertensi yang merupakan panduan klinis terstandarisasi untuk diagnosis dan tatalaksana tekanan darah tinggi
Upaya penerapan protokol hipertensi ini menjadikan Puskesmas Ciketingudik sebagai percontohan untuk penerapan protokol hipertensi berdasarkan indikator meningkatnya pasien pendrrita hipertensi yang datang ke Puskesmas Ciketingudik. Hal ini terungkap saat kunjungan satu organisasi kesehatan internasional, yakni RTSL atau Resolve to Save Lives, ke Puskesmas Ciketingudik dalam rangka monitoring dan evaluasi penerapan protokol hipertensi, Jumat (24/4) pagi.
Nampak terlihat beberapa orang berkenegaraan India yang menjadi perwakilan dari RTSL. Selain itu juga terlihat perwakilan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes), serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bekasi yang hadir mendampingi.
Secara lugas, dr Avissa Mada Vashti yang merupakan Dokter Umum Puskesmas Ciketingudik menyampaikan presentasinya terkait pelayanan kesehatan terhadap pasien hipertensi dengan menggunakan protokol hipertensi. “Banyak manfaat yang dirasakan dengan adanya protokol hipertensi ini, salah satunya dengan bertambahnya jumlah penderita hipertensi terkontrol sehingga tahap penyembuhan pasien menjadi lebih terkontrol, dan mrnghindari pasien dari penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh hipertensi, diantaranya penyakit strooke, dan gagal ginjal,” ulasnya.
Seusai kegiatan, Kepala UPTD Puskesmas Ciketingudik, Hj Nurjannah, menyambut baik kehadiran perwakilan dari organisasi RTSL sebagai pembuktian dari prretasi UPTD Puskesmas Ciketingudik sebagai percontohan atau pilot project penerapan protokol hipertensi. “Prestasi ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan untuk masyarakat,” katanya.
“Yang pasti kami jadi makin semangat dan termotivasi memberikan pelayanan langsung maupun sosialisasi tentang program-program kesehatan kepada masyarakat. “Selain memberikan pelayanan langsung, kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang berbagai jenis penyakit dan cara mencegah atau menyembuhkannya,” ulas Nurjannah.
Sosialisasi penting dilakukan secara masif agar masyarakat bisa melakukan upaya-upaya pencegahan agar dirinya terhindar dari beragam jenis penyakit. “Artinya mencegah lebih baik dari pada mengobati, makanya kani terus melakukan sosialisasi tentang kesehatan, termasuk sosialisasi tentang bahaya hipertensi, sehingga msyarakat bisa melakukan pencegahan, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya. (Mul)
