Sehari Penuh Makna Bersama HIMNI (Oleh: Arie Widowati)

Oleh: Arie Widowati

Sabtu, 25 April 2026 menjadi hari yang cukup berkesan bagi saya. Sejak pagi, saya sudah berada di Kantor Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta, untuk mengikuti rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke-31 HIMNI yang dirangkai dengan Musyawarah Nasional (MUNAS) I.


Berita Donald Trump Amerika Serikat Terkini


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


Pukul delapan pagi, suasana masih santai. Para peserta mulai berdatangan, saling menyapa, dan sebagian tampak melepas rindu dengan rekan-rekan lama. Ada kehangatan yang langsung terasa, seperti bertemu dalam satu keluarga besar yang memiliki kepedulian yang sama terhadap dunia nuklir Indonesia.

Tepat pukul sembilan, acara dimulai, dipandu oleh MC, Muhammad Hadi Nuryadin, S.Tr.T., yang dengan sigap mengarahkan jalannya kegiatan. Setelah induksi keselamatan, kami bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Ir. Mudjiono, Sekjen HIMNI saat itu yang serba bisa. Suasana pun menjadi lebih khidmat.

Video kilas balik perjalanan HIMNI yang ditayangkan sesaat kemudian membawa kami menelusuri jejak organisasi ini sejak berdiri pada tahun 1995. Sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya sarat sejarah, tetapi juga penuh dedikasi.

Memasuki sesi sambutan, acara dibuka oleh Ketua Panitia, Bapak Ir. Yusi Eko Yulianto, yang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar HIMNI terus berkembang menjadi organisasi yang modern dan adaptif.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum HIMNI saat ini, Prof. Dr. Susilo Widodo, M.Sc., yang menegaskan pentingnya peran HIMNI dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia.

Memasuki sesi seminar, suasana menjadi lebih fokus dan penuh perhatian. Seminar dipandu oleh Ketua Dewan Pembina HIMNI saat ini, Bapak Prof. Dr. Ir. Djarot Sulityo Wisnubroto, M.Eng., yang dengan tenang dan sistematis menjaga alur diskusi tetap hidup.

Para narasumber hadir dengan latar belakang yang kuat dan saling melengkapi.

Tampil sebagai narasumber pertama, Ketua Badan Kejuruan Teknik Nuklir Persatuan Insinyur Indonesia (BKTN-PII), Dr. Ir. Khoirul Huda, M.Eng., IPU, membuka pemaparan dari sisi keinsinyuran dengan menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan nuklir di Indonesia.

Dilanjutkan oleh Bapak Prof. Dr. Eng. Ir. Sidik Permana, S.Si., M.Eng., Guru Besar di Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB), yang memberikan penguatan dari sisi akademik dan riset.

Sementara itu, Bapak Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Ketua Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development (GINEST), Institut Teknologi PLN (ITPLN), melengkapi dengan perspektif kebijakan dan arah strategis energi nuklir nasional.

Diskusi yang berlangsung setelahnya terasa dinamis, menunjukkan bahwa isu nuklir semakin mendapat perhatian serius dan luas.

Di sela-sela seminar, saya melihat beberapa tokoh penting, yaitu Bapak Yusi Eko Yulianto, Bapak Susilo Widodo, dan Bapak Agus Puji Prasetyono menuju ruangan terpisah untuk mengikuti konferensi pers. Saya pun berkesempatan ikut masuk dan menyaksikan langsung jalannya konferensi pers tersebut. Sejumlah wartawan dari berbagai media tampak tekun menyimak setiap penjelasan yang disampaikan. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dan dijawab dengan lugas serta terbuka. Pada momen itu, saya merasakan bagaimana isu nuklir yang sering dianggap jauh justru sedang dihadirkan lebih dekat kepada masyarakat.

Kembali ke ruang utama, acara dilanjutkan hingga penyerahan penghargaan kepada tokoh yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan nuklir. Momen ini terasa hangat dan penuh apresiasi. Acara pagi pun ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama.

Selepas itu, kami memasuki agenda MUNAS I HIMNI.

Peserta MUNAS terdiri dari anggota HIMNI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman ini menghadirkan dinamika tersendiri—berbeda latar belakang, namun memiliki tujuan yang sama.

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Khairul Jamin, Direktur Teknis Global Transport, Training and Trading Indonesia (GTI), dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dewan Pembina HIMNI, Bapak Prof. Dr. Ir. Djarot Sulityo Wisnubroto, M.Eng., yang memberikan arah strategis bagi perjalanan organisasi ke depan.

Jalannya sidang dipimpin oleh Ketua Panitia MUNAS HIMNI, Bapak Dr. Ir. Jupiter S. Pane, M.Sc., yang dengan tenang dan terstruktur mengawal setiap agenda. Sesuai tata tertib MUNAS, beliau dibantu oleh empat orang Ketua Sidang, yaitu Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI, Bapak Markus Wauran; Ibu Dr. Netty Herawati, M.Si., Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tanjung Pura, Kalbar; Ibu Dr. Geni Rina Sunaryo, M.Eng., Ketua Pengembangan Wanita Nuklir HIMNI; serta Ibu Annisa Fijrisima Listyasari, Sekretaris HIMNI Yogyakarta sebagai Ketua sidang termuda.

Diskusi demi diskusi berlangsung cukup menarik, bahkan membuat waktu pelaksanaan sedikit lebih lama dari yang dijadwalkan. Perbedaan pandangan muncul, namun justru memperkaya proses pengambilan keputusan.

Pada saat proses pemilihan Ketua Umum, sempat dilakukan pengulangan pemungutan suara karena jumlah suara yang terkumpul tidak sama dengan jumlah peserta yang hadir. Namun situasi ini dapat segera ditangani dengan sigap dan profesional, sehingga proses tetap berjalan dengan baik.

Akhirnya, Prof. Dr. Ir. Djarot Sulitio Wisnubroto, M.Eng., resmi terpilih sebagai Ketua Umum HIMNI periode 2026–2031.

Tepuk tangan pun bergema di ruangan, menjadi simbol kepercayaan dan harapan baru.

Setelah penetapan tersebut, beliau menyampaikan sambutan singkat yang penuh makna, menegaskan komitmennya untuk membawa HIMNI menjadi organisasi yang semakin solid, modern, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.

Pelantikan berlangsung khidmat, menandai dimulainya kepemimpinan baru. Sekitar pukul lima sore, acara resmi ditutup.

Dalam perjalanan pulang, saya merenung. Hari itu saya melihat HIMNI bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang bertemunya gagasan, dedikasi, dan harapan.

“Di balik setiap keputusan besar, selalu ada ruang diskusi, perbedaan pandangan, dan niat baik untuk melangkah bersama.”

Dan saya merasa beruntung bisa menjadi bagian kecil dari momen tersebut.

Pergi ke Jakarta membeli kain,
Tak lupa singgah membeli roti.
HIMNI melangkah penuh keyakinan,
Untuk energi negeri yang lebih pasti.

HIMNI2026

EnergiMasaDepan

NuklirUntukIndonesia

CatatanArie

( Sumber: mediapatriot.co.id )

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>

Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak .

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
Klik di sini untuk bergabung