Mediapatriot.co.id Jakarta 28 April 2026
April 2026 – Menanggapi langkah taktis pemerintah dalam melakukan perombakan kabinet (reshuffle), khususnya pada pos Kementerian Lingkungan Hidup, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) memberikan pernyataan. Bagi GMNI, pergantian figur kepemimpinan bukan sekadar rotasi politik rutin, melainkan harus menjadi momentum transformasi fundamental dalam kebijakan tata kelola lingkungan .
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP GMNI, Adam Jauri menegaskan bahwa siapa pun yang menduduki kursi Menteri Lingkungan Hidup harus memiliki keberanian untuk keluar dari bayang-bayang kepentingan oligarki yang selama ini sering kali bertabrakan dengan kelestarian ekologis.
“Bukan sekadar seremonial, kami mendorong agar penunjukan Bapak M Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru didasarkan pada kompetensi dan keberpihakan pada rakyat, bukan sekadar pertimbangan aspek politik” Ucap Adam Jauri
DPP GMNI meminta agar harus terjadi evaluasi izin tambang dan deforestasi bagi Menteri baru segera melakukan audit total terhadap izin-izin pemanfaatan lahan dan pertambangan yang merugikan masyarakat adat serta merusak ekosistem hutan tropis Indonesia.
Belum lagi soal keadilan ekologis di atas Investasi, dimana Pemerintah tidak boleh mengorbankan masa depan lingkungan demi mengejar angka pertumbuhan ekonomi sesaat. Investasi harus berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan yang berpihak pada kaum Marhaen.
“Lingkungan hidup adalah fondasi kedaulatan bangsa. Menteri baru harus menjamin tidak ada eksploitasi, sehingga tidak ada kebijakan yang merusak alam,” Tegas, Kabid Lingkungan Hidup DPP GMNI.
DPP GMNI akan terus mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh menteri baru. Fokus utama pengawalan akan diarahkan pada mitigasi perubahan iklim yang inklusif, transisi eco energy, dan perlindungan terhadap masyarakat adat serta keanekaragaman hayati Indonesia sebagai paru-paru dunia.
Kontributor : ( Indra Permana )
