Di Balik Sunyi Pematang Cengal, Kepala Puskesmas Bd. Bertianna Br. Pandia Menjaga Nafas Pelayanan: Rutinitas Senin yang Menjadi Benteng Kesehatan Rakyat

Senin | 4 Mei 2026 | Pukul | 09:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Pematang Cengal, Tanjung Pura | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini — Di tengah ritme kehidupan masyarakat pesisir dan pedesaan yang bergerak tanpa banyak sorotan, ada satu denyut pelayanan publik yang terus bekerja dalam diam namun menentukan keselamatan banyak jiwa: pelayanan kesehatan dasar.

Senin pagi (4/5/2026), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pematang Cengal kembali menjalankan giat rutinitas pelayanan kesehatan dengan intensitas penuh.

Sejak pagi hari, halaman hingga ruang pelayanan dipadati masyarakat yang datang untuk berobat, konsultasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil, imunisasi balita, pelayanan lansia, hingga pengurusan administrasi kesehatan.

UPT Puskesmas Pematang Cengal yang berada di wilayah Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat ini memang menjadi salah satu simpul penting pelayanan kesehatan masyarakat pesisir dengan cakupan wilayah yang cukup luas.

Di balik padatnya rutinitas tersebut, sosok Kepala Puskesmas, Bd. Bertianna Br. Pandia, S.Tr.,Keb, tampak memimpin langsung jalannya pelayanan.

Dengan pendekatan yang tegas namun humanis, ia memastikan seluruh unit pelayanan berjalan disiplin, cepat, dan tetap mengedepankan sentuhan empati kepada masyarakat.

Tidak sekadar hadir sebagai pejabat struktural, Bertianna terlihat turun dari satu ruang ke ruang lain, memonitor ketersediaan obat, mengecek antrean pasien, berdialog dengan tenaga medis, serta memastikan pasien ibu dan anak memperoleh prioritas layanan.

Pemandangan ini menegaskan satu hal penting: pelayanan kesehatan yang baik tidak lahir dari gedung semata, tetapi dari kepemimpinan yang mau bekerja bersama sistem.

Rutinitas yang Sering Dianggap Biasa, Padahal Menentukan Mutu Hidup Masyarakat

Banyak orang menganggap aktivitas Senin di Puskesmas hanyalah rutinitas administratif: buka loket, periksa pasien, isi formulir, lalu selesai.

Padahal sesungguhnya, di sanalah negara sedang diuji.

Apakah masyarakat kecil

Mendapatkan akses kesehatan yang layak?

Apakah ibu hamil diperhatikan?

Apakah balita terpantau gizinya?

Apakah lansia memperoleh pengobatan?

Apakah warga miskin bisa berobat tanpa rasa takut?

Pertanyaan-pertanyaan fundamental itu dijawab setiap hari oleh tenaga kesehatan di lini pertama, dan pada Senin pagi ini jawabannya terlihat nyata di UPT Puskesmas Pematang Cengal.

Pelayanan dimulai dari loket registrasi, pemeriksaan umum, pelayanan KIA/KB, konsultasi kebidanan, pengecekan tensi darah, laboratorium sederhana, hingga penyuluhan kesehatan kepada pasien yang menunggu.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang melayani rawat jalan, pemeriksaan umum, rujukan BPJS, pelayanan ibu dan anak, imunisasi, serta edukasi kesehatan masyarakat, Puskesmas Pematang Cengal memegang peranan strategis dalam menjaga kualitas hidup warga di kawasan Tanjung Pura bagian pesisir.

Dalam konteks inilah, rutinitas bukan sekadar aktivitas berulang, melainkan benteng pertahanan pertama terhadap ancaman penyakit, stunting, kematian ibu melahirkan,

dan persoalan kesehatan lingkungan.
Bd. Bertianna Br. Pandia: Kepemimpinan Pelayanan yang Tidak Berjarak dengan Masyarakat,Ada sesuatu yang menarik dari pola kepemimpinan Bd. Bertianna Br. Pandia.

Ia tidak membangun sekat birokrasi yang kaku antara pimpinan dan pasien.

Dalam beberapa kesempatan, dirinya justru tampak aktif menyapa warga, menanyakan kondisi pasien, bahkan memberi arahan langsung kepada staf agar pelayanan tidak bertele-tele.

Gaya ini menjadi penting di tengah masih banyaknya keluhan masyarakat tentang lambannya pelayanan publik di berbagai sektor.

Di Pematang Cengal, pendekatan yang dibangun adalah kebalikan dari kultur birokrasi dingin.

Yang ditampilkan adalah wajah pelayanan yang komunikatif.

“Pasien datang ke Puskesmas bukan hanya membawa kartu berobat, tetapi juga membawa kecemasan.

Maka petugas kesehatan harus mampu menjadi penenang pertama,” demikian filosofi pelayanan yang tercermin dari sistem kerja yang dibangun Kepala Puskesmas.

Bukan tanpa alasan, pada akhir tahun lalu UPT Puskesmas Pematang Cengal juga sempat menjadi titik kolaborasi penting dalam agenda rehabilitasi kesehatan masyarakat pascabencana bersama tim medis akademik, yang menunjukkan bahwa lembaga ini cukup aktif dalam membangun jejaring pelayanan berbasis kebutuhan lapangan.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa manajemen puskesmas ini tidak berjalan stagnan, tetapi terus berupaya memperkuat kapasitas pelayanan.

Senin Pagi yang Sibuk, Namun Tetap Humanis

Pantauan Mediapatriot.co.id, meski jumlah pasien cukup ramai, suasana pelayanan tetap tertib.

Petugas administrasi melayani pendaftaran dengan cekatan.

Tenaga medis bergerak sesuai tupoksi.

Ruang KIA tampak aktif menerima ibu hamil dan balita.

Sementara bagian pemeriksaan umum melayani warga yang datang dengan keluhan penyakit musiman, hipertensi, demam, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Kepala Puskesmas sesekali memberikan briefing singkat kepada petugas agar ritme pelayanan tidak melambat.

Tidak terdengar nada tinggi.
Tidak terlihat kepanikan.
Yang tampak justru koordinasi.

Inilah indikator bahwa kultur organisasi di dalam UPT tersebut bekerja.

Dan dalam dunia pelayanan publik, koordinasi adalah mata uang yang lebih mahal daripada sekadar slogan.

Pelayanan Kesehatan Adalah Wajah Peradaban Negara

Kita sering menilai kemajuan daerah dari jalan yang mulus, gedung yang megah, atau proyek pembangunan fisik.

Padahal ukuran paling jujur dari hadirnya negara adalah: bagaimana rakyat sakit diperlakukan.

Jika masyarakat desa masih harus menunggu lama tanpa kepastian, jika ibu hamil tidak diperhatikan, jika lansia dipersulit, maka pembangunan kehilangan maknanya.

Karena itu, apa yang terlihat pada giat rutinitas Senin UPT Puskesmas Pematang Cengal sejatinya bukan agenda biasa.

Ini adalah representasi kecil dari kerja peradaban.

Di tempat yang jauh dari hiruk pikuk pusat kota, pelayanan kesehatan tetap menyala.

Dan di balik nyalanya pelayanan itu, ada sosok pemimpin perempuan yang bekerja tidak dengan retorika, melainkan dengan konsistensi: Bd. Bertianna Br. Pandia, S.Tr.,Keb.

Masyarakat Butuh Pelayanan, Bukan Sekadar Janji

Rutinitas yang dilakukan UPT Puskesmas Pematang Cengal pada Senin (4/5/2026) memberi pesan kuat bahwa masyarakat tidak selalu membutuhkan pidato-pidato panjang dari pejabat.

Yang masyarakat perlukan adalah:
pelayanan yang hadir,
petugas yang sigap,
obat yang tersedia,
dan pimpinan yang peduli.
Selama hal itu tetap dijaga, maka Puskesmas bukan hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi rumah harapan bagi masyarakat kecil.

Dan pagi ini, harapan itu masih terlihat hidup di Pematang Cengal.

(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

( Sumber: mediapatriot.co.id )

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>

Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak .

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
Klik di sini untuk bergabung