Rabu | 13 Mei 2026 | Pukul | 15:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Aktivitas pembangunan jalur lintasan menuju lokasi pengeboran migas di wilayah Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, terus dikebut yang merupakan kerjasama antara PT. Energi Mega Persada Gebang Ltd dan JAPEX,bersama sejumlah vendor strategis yakni PT. Aquanur Sinergindo, Dan Piralen.
Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pengeboran dua sumur migas baru SCGD-1 dan SCGD-2 yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.
Di tengah tantangan geografis kawasan pesisir, perusahaan migas nasional tersebut menegaskan bahwa pembangunan akses jalan operasional menjadi prioritas utama demi menjamin kelancaran mobilisasi alat berat, logistik, serta keselamatan operasional pengeboran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pembangunan jalur lintasan dilakukan secara bertahap dengan penguatan struktur tanah, pemasangan material penyangga, hingga rekayasa konstruksi khusus di area rawa dan pesisir berlumpur.

Langkah ini dinilai menjadi bentuk keseriusan investor dalam menjaga keberlangsungan proyek hulu migas yang memiliki nilai strategis bagi daerah maupun nasional.
Pimpinan PT. EMP Gebang Limited melalui sambungan telepon WhatsApp kepada Mediapatriot.co.id, Rabu (13/5/2026), menegaskan bahwa sinergi antara perusahaan dan para vendor pelaksana terus diperkuat agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan tepat waktu.
“Jalur lintasan menuju titik pengeboran menjadi prioritas utama karena menyangkut efektivitas dan keamanan operasional.
Kami terus berkolaborasi dengan seluruh vendor agar target pengeboran sumur SCGD-1 dan SCGD-2 pada Agustus 2026 dapat terlaksana sesuai rencana,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung bukan hanya soal kebutuhan teknis industri migas, namun juga mencerminkan komitmen investasi jangka panjang yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadiran proyek pengeboran tersebut dinilai membawa efek berganda bagi masyarakat sekitar, mulai dari pembukaan lapangan pekerjaan, peningkatan aktivitas ekonomi lokal, hingga tumbuhnya sektor jasa pendukung lainnya di wilayah pesisir Kabupaten Langkat.
Di sisi lain, keterlibatan vendor lokal dan nasional dalam proyek ini juga menunjukkan adanya upaya pemberdayaan dunia usaha yang berorientasi pada peningkatan kapasitas industri penunjang migas di Sumatera Utara.
Sejumlah pekerja lapangan tampak terus melakukan percepatan pembangunan akses jalan dengan tetap memperhatikan standar keselamatan kerja dan aspek lingkungan.
Area yang menjadi lintasan proyek disebut mendapatkan perhatian khusus agar aktivitas konstruksi tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Pengamat pembangunan daerah menilai langkah percepatan infrastruktur yang dilakukan PT. EMP Gebang Limited menjadi indikator bahwa sektor energi masih menjadi salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi regional.
Investasi di sektor hulu migas dinilai mampu menciptakan stabilitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak terhadap kepentingan daerah.
Selain itu, proyek pengeboran sumur SCGD-1 dan SCGD-2 juga dipandang sebagai bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Masyarakat sekitar pun berharap proyek tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi sesaat, tetapi juga mampu menghadirkan pembangunan berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perhatian terhadap infrastruktur desa di wilayah operasional.

Dengan percepatan pembangunan jalur lintasan menuju titik pengeboran, PT. EMP Gebang Limited bersama mitra vendor menunjukkan bahwa kolaborasi investasi dan kesiapan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mewujudkan operasional migas yang efektif, aman, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Langkat.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

