Kota Bekasi, MPN
Masalah darurat sampah yang terus meningkat kini menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Volume sampah rumah tangga yang semakin besar tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menimbulkan banjir, polusi udara, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
Masalah darurat sampah ini juga menjadi perhatian khusus Yayasan Lapak Perubahan Nusantara yang ssat ini giat menggadang program Gerakan Bersama Olah Sampah (GBos) bersama sejumlah pegiat lingkungan. Upaya ini pun berbuah manis dan menjadi motivasi untuk bersama melakukan pemilahan sampah mulai dari hulu (rumah tangga) dalam mengatasi darurat sampah.
Yayasan Lapak Perubahan Nusantara langsung mendapat respon dari Koperasi Ciber Hijau Mandiri yang dikelola salah satu perusahaan produsen semen ternama untuk mengajak bekerjasama terkait pengelolaan sampah residu atau sampah yang sudah tidak dapat didaur ulang lalu dikelola menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) untuk menjadi bahan bakar pengganti. Kontrak kerjasama ini diteken pada Kamis (14/5).
Adanya kerjasama ini langsung diapresiasi Ketua Yayasan Lapak Perubahan Nusantara, Sadan Sopian, SE, MAB. “Tentu kerjasama ini menjadi bukti bahwa sampah bisa dikelola menjadi nilai ekonomis yang menguntungkan,” tegasnya.
Langkah ini, ungkap Sadan, dinilai mampu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). “Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pemilahan sampah juga membuka peluang ekonomi melalui kegiatan daur ulang dan bank sampah yang kini mulai berkembang di berbagai wilayah,” ulasnya.
Sadan lalu mengajak seluruh pemerhati lingkungan bersama mengkampanyekan program pemilahan sampah kepada masyarakat. “Dengan dimulai dari rumah, upaya mengatasi darurat sampah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat di masa mendatang,” katanya.
Lebih lanjut Sadan mengungkapkan pihaknya sudah sejak lama berkomitmem dalam pengelolaan sampah. “Tiap hari saya bersama kawan-kawan bergelut dengan sampah melalui Bank Sampah Sumber Jaya Kranggan, dan kami bersyukur dengan nilai ekonomis yang kami dapatkan,” ujarnya.
Karenanya Sadan menghimbau agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk melakukan pemilahan sampah dari rumahnya masing-masing. “Yuk kita gaungkan program pemilahan sampah ini, kita biasakan memilah sampah mulai dari meja makan kita,” tegasnya. (Mul)
