Kota Bekasi | mediapatriot.co.id – Sosok Ibu Tati, pemilik Rumah Makan Bandung Putra, menjadi inspirasi bagi banyak masyarakat karena konsistensinya berbagi kepada sesama di tengah kesibukan menjalankan usaha kuliner yang telah berdiri puluhan tahun. Di usianya yang telah menginjak 71 tahun, semangatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan justru semakin besar dan terus dijalankan dengan penuh keikhlasan.


Rumah Makan Bandung Putra yang dirintis sejak tahun 1990 kini telah memasuki usia sekitar 36 tahun. Selama puluhan tahun berdiri, rumah makan tersebut bukan hanya dikenal sebagai tempat makan favorit masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial melalui kegiatan rutin berbagi nasi kotak setiap hari Jumat.
Ibu Tati mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut sudah berjalan kurang lebih selama tiga tahun terakhir. Setiap hari Jumat, dirinya bersama para karyawan menyiapkan hampir 200 nasi kotak untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan semata-mata karena rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan selama menjalankan usaha kuliner bersama keluarga dan para pekerja yang selama ini membantu perkembangan Rumah Makan Bandung Putra.
“Alhamdulillah saya senang bisa berbagi. Selama masih sehat saya ingin terus menjalankan pembagian nasi kotak ini untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ibu Tati pada Jumat (15/05/2026).
Meski kini menjalani hidup sebagai seorang janda, hal tersebut tidak mengurangi semangat dan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Justru di usia senja, dirinya ingin lebih banyak memberikan manfaat bagi orang lain melalui kegiatan sosial sederhana namun penuh makna.
Dalam menjalankan usaha rumah makan, Ibu Tati dibantu sekitar 10 orang karyawan yang turut menjadi bagian penting dalam kegiatan berbagi tersebut. Para pekerja ikut membantu menyiapkan makanan, mengemas nasi kotak, hingga proses pembagian kepada masyarakat.
Bagi Ibu Tati, keberadaan para karyawan bukan hanya sebatas pekerja, melainkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Ia bersyukur karena usaha yang dirintis sejak puluhan tahun lalu mampu memberikan lapangan pekerjaan sekaligus menjadi jalan untuk berbagi kepada sesama.
Rumah Makan Bandung Putra sendiri dikenal oleh masyarakat karena cita rasa khas masakan yang tetap dipertahankan sejak pertama kali berdiri. Banyak pelanggan lama yang masih setia datang karena menilai kualitas makanan dan pelayanan tetap terjaga hingga sekarang.
Selain itu, suasana sederhana dan keramahan yang diberikan oleh Ibu Tati juga menjadi salah satu alasan rumah makan tersebut tetap bertahan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat.
Kegiatan berbagi nasi kotak yang rutin dilakukan setiap hari Jumat pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Tidak sedikit warga yang merasa terbantu, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Menurut warga, aksi sosial yang dilakukan Ibu Tati menjadi contoh nyata bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya raya. Dengan niat tulus dan konsisten, kegiatan sederhana seperti berbagi makanan mampu memberikan kebahagiaan bagi banyak orang.
Ibu Tati berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berjalan selama dirinya diberikan kesehatan dan kekuatan. Ia juga ingin menanamkan nilai kepedulian kepada generasi muda agar tidak melupakan pentingnya berbagi kepada sesama.
“Yang penting ikhlas dan terus bersyukur. Saya ingin tetap sehat supaya bisa terus berbagi,” tuturnya.
Semangat berbagi yang ditunjukkan Ibu Tati menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus menebar kebaikan. Di tengah kesibukan mengelola usaha kuliner yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, dirinya tetap meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Konsistensi tersebut menjadikan Ibu Tati bukan hanya dikenal sebagai pemilik rumah makan, tetapi juga sosok perempuan tangguh yang memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Dengan semangat sederhana namun penuh makna, Rumah Makan Bandung Putra kini tidak hanya menjadi tempat kuliner, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan rutin berbagi nasi kotak yang dilakukan setiap hari Jumat diharapkan dapat terus berjalan dan menginspirasi lebih banyak pelaku usaha lainnya untuk ikut peduli terhadap masyarakat sekitar.
Di usia 71 tahun, Ibu Tati membuktikan bahwa berbagi tidak mengenal batas usia. Selama masih diberikan kesehatan, dirinya ingin terus melanjutkan kegiatan sosial tersebut demi membantu masyarakat yang membutuhkan serta menebarkan semangat kebaikan kepada sesama.(Aep)
Sumber: Wawancara Pemilik Rumah Makan Bandung Putra

